Bankaltimtara

Akbar Haka Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi dan Keterampilan Digital

Akbar Haka Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi dan Keterampilan Digital

Anggota Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Akbar Haka.-Ari Rachiem-Disway Kaltim

KUTAI KARTANEGARA, NOMORSATUKALTIM Anggota Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Akbar Haka, menilai bahwa dunia kerja kini telah mengalami perubahan besar.

Karena itu, ia mendorong Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara untuk memperkuat bidang pendidikan dan pelatihan profesi yang berorientasi pada keterampilan praktis, bukan hanya mengandalkan pendidikan formal semata.

Menurut Akbar, kebutuhan industri modern saat ini menuntut sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi spesifik dan bersertifikat secara profesional.

Pendidikan formal memang penting, namun kemampuan teknis dan keterampilan vokasi dinilai jauh lebih menentukan seseorang dapat bersaing di dunia kerja global.

“Dunia kerja sudah berubah. Kita tak bisa lagi hanya mengandalkan gelar dari jurusan-jurusan umum. Yang dibutuhkan saat ini adalah keterampilan dan sertifikat profesi yang diakui secara global,” ujar Akbar Haka.

BACA JUGA:Pelantikan 1.389 P3K Tahap II Kukar Tunggu SK dari BKN

Ia menambahkan, peluang kerja kini tidak hanya datang dari bidang-bidang konvensional, tetapi juga dari profesi modern yang tengah berkembang pesat seiring dengan kemajuan teknologi dan industri kreatif.

Beberapa di antaranya seperti fotografer, videografer, barista, caster, hingga soundman yang memiliki potensi ekonomi tinggi jika ditekuni secara profesional.

Lebih jauh, Akbar menyoroti kemajuan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang kian masif digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Teknologi berbasis komputer maupun ponsel pintar ini, menurutnya, menjadi tantangan sekaligus peluang bagi generasi muda yang mampu beradaptasi.

BACA JUGA:1.800 Kasus Perceraian Terjadi di Kukar, Didominasi Pasangan Muda karena Faktor Ekonomi

“Sekarang semua orang memakai ChatGPT atau AI di handphone-nya, tapi tidak semua bisa menggunakannya dengan benar dan efektif,” ujarnya memberi contoh.

Akbar menilai, perkembangan AI telah melahirkan profesi-profesi baru yang sebelumnya tidak dikenal, salah satunya adalah prompt writer.

Profesi ini menuntut seseorang memiliki kemampuan menyusun perintah atau prompt yang tepat dan terstruktur agar sistem AI dapat menghasilkan keluaran sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait