Bankaltimtara

Kesulitan Mendaftar Online jadi Masalah SPMB 2025, Dewan Pendidikan Sarankan Pembenahan

Kesulitan Mendaftar Online jadi Masalah SPMB 2025, Dewan Pendidikan Sarankan Pembenahan

Salah satu orang tua calon murid mendaftarkan anaknya di SMAN 2 Bontang.-michael/disway kaltim-

BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Masyarakat banyak yang mengeluh terkait proses sistem penerimaan murid baru (SPMB) 2025.

Keluhan itu terkait kesulitan dalam melakukan pendaftaran secara online.

Alhasil, mereka harus datang ke sekolah yang dituju untuk melakukan konsultasi terkait proses penerimaan murid baru itu.

“Kemarin memang sempat mengalami kesulitan saat mendaftar. Ade dan ibu saya yang kemarin pergi mendaftar. Namanya orang tua, mereka tidak paham dengan hal seperti ini. Akhirnya, kemarin kami ke sekolah untuk mendaftar. Kemarin adik saya daftar di SMAN 2,” kata Agung Yosua, kakak salah satu pendaftar SPMB 2025 saat ditemui Nomor Satu Kaltim, Jumat 27 Juni 2025.

BACA JUGA:Sekolah Swasta Tidak Dilibatkan dalam Pembuatan Juknis SPMB 2025

BACA JUGA:SPMB Berlangsung, Dewan Pendidikan Monitoring Proses Penerimaan di Bontang

Walau, ia bersyukur, di sekolah tujuannya: SMAN 2 Bontang, ada panitia yang standby untuk membantu melakukan pendaftaran hingga selesai.

“Karena ibu saya yang temani ade untuk mendaftar, jadi saya tidak memahami betul permasalahan apa yang dialami. Tapi kemarin hanya bilang daftarnya sedikit ribet,” bebernya.

Sayangnya, usaha keras itu tidak sesuai dengan hasilnya. Adiknya gagal dalam proses pendaftaran di sekolah impiannya itu.

“Hasil sementara sih, nilai ade saya terus tergusur dengan yang lain. Tapi, kita melihat pengumumannya senin nanti,” katanya lagi.

BACA JUGA:Masyarakat Bontang Taat Bayar Pajak, Penerimaan Pajak Meningkat

Keluhan yang sama juga disampaikan oleh Novita Sianturi, salah satu orang tua wali murid. Dalam proses pendaftaran murid baru kali ini, dia mengakui kalau memang ada sedikit kendala.

Hambatan yang dia maksud adalah ketika dia harus meng-upload berkas-berkas yang diminta. Karena harus diubah dulu menjadi format PDF.

“Jadi kita foto terus di-upload menggunakan format PDF. Ribet sih. Tapi gak masalah lah. Terus byte-nya gak boleh lebih dari yang telah ditentukan. Jadi, harus pas. Saya sih upload-nya sesuaikan size yang diminta saja. Jadi, gampang terunggah,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: