Bankaltimtara

Bankeu Dari Pemprov Kaltim Menjadi Solusi di Tengah Efisiensi Anggaran

Bankeu Dari Pemprov Kaltim Menjadi Solusi di Tengah Efisiensi Anggaran

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas saat berpidato di acara High Level Meeting TP2DD Pemkab Berau dan Sosialisasi Implementasi Siskeudeslink, di Ballroom Ex Cantika Swara Hall and Convention Jalan Pulau Panjang, Tanjung Redeb, pada Senin (21/4/2025).-(Disway Kaltim/ Rizal)-

BERAU, NOMORSATUKALTIM - Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyatakan bantuan keuangan (bankeu) senilai Rp337,6 miliar dari Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), menjadi solusi pihaknya dalam kelancaran pembangunan di berbagai sektor di tengah efisensi yang diterapkan Pemkab setempat.

"Bankeu dari Provinsi Kaltim senilai Rp337,6 miliar tahun ini, tentu menjadi salah satu solusi di tengah efisiensi anggaran yang diterapkan, sehingga berbagai program dan kegiatan yang telah dirancang tahun sebelumnya dapat dikerjakan," kata Sri Juniarsih, Jumat (25/4/2025).

Ia menjelaskan, Bankeu sebesar itu terbagi menjadi dua kategori. Yaitu Bankeu non-Spesifik dan Spesifik, dengan rincian Bankeu non-Spesifik senilai Rp334 miliar.

Bankeu ini digunakan untuk proyek infrastruktur yang telah masuk dalam dokumen pelaksana anggaran (DPA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau 2025 untuk 16 pekerjaan fisik.

BACA JUGA: Pemkab Berau Siapkan Lahan 5 Hektare untuk Pembangunan Sekolah Rakyat

"Seperti untuk pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi di Kampung Sukan, Kecamatan Sambaliung, kemudian untuk lanjutan pembangun Jalan Pelabuhan Mantaritip, lanjutan rekonstruksi Jalan Bukit Berbunga, dan rekonstruksi Jalan Cut Nyak Dien," jelasnya.

Selain itu, ada proyek penyediaan sarana air bersih berupa peningkatan sistem penyediaan air minum (SPAM) Singkuang, peningkatan dan perluasan SPAM Biatan Lempake, dan perluasan jaringan pipa pada SPAM Labanan.

"Kemudian, untuk delapan pekerjaan lain yang berkaitan dengan pembangunan hingga lanjutan peningkatan jalan di beberapa kecamatan seperti di Kecamatan Kelay, Bidukbiduk, dan Kecamatan Maratua," tambahnya.

Sedangkan, Bankeu Spesifik senilai Rp3,6 miliar, digunakan untuk program peningkatan kapasitas dan pelayanan publik, meliputi peningkatan kapasitas kelembagaan penyuluh pertanian di 10 kecamatan.

BACA JUGA: Pemkab Berau Akan Bagikan 165 Unit Alsintan ke 27 Kampung

Bankeu dari provinsi juga digunakan untuk pengawasan pada Inspektorat Kabupaten Berau, pengelolaan pelayanan kesehatan dan gizi masyarakat, guna mendukung program percepatan penurunan stunting.

"Adanya potensi besar yang kami miliki mulai dari pertanian dalam arti luas hingga pariwisata, diharapkan Kabupaten Berau bisa terus mendapat perhatian khusus melalui bankeu, karena bantuan ini untuk pengembangan potensi berupa pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat,” ucapnya.

Terkait dengan efisiensi anggaran yang ditetapkan pemerintah pusat, bupati mengajak seluruh instansi tetap mempertahankan kinerja, bahkan ia minta kualitas layanan publik tetap ditingkatkan.

"Meski ada efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, saya menekankan kepada seluruh instansi untuk tetap mempertahankan kinerja dan tingkatkan kualitas pelayanan," pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait