Disdag Buka Peluang EO Gelar Event di Pasar Pagi Samarinda
Pasar Pagi Samarinda masih belum mengalami peningkatan kunjungan pascarevitalisasi yang rampung beberapa bulan lalu.-(Disway Kaltim/ Ari Rachiem)-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Pasar Pagi Samarinda akan disulap menjadi ruang berbagai kegiatan untuk menarik lebih banyak pengunjung.
Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda membuka kesempatan seluas-luasnya kepada event organizer (EO), komunitas, hingga pelaku usaha yang ingin menggelar berbagai acara di kawasan pasar sebagai upaya menghidupkan kembali aktivitas perdagangan.
Menurut Kepala Disdag Samarinda, Nurrahmani, langkah tersebut menjadi strategi untuk meningkatkan kunjungan masyarakat ke Pasar Pagi yang masih menghadapi tantangan rendahnya aktivitas pengunjung pascarevitalisasi.
Beragam kegiatan, mulai dari hiburan, olahraga, perlombaan, hingga aktivitas komunitas akan digelar agar Pasar Pagi semakin ramai dan mampu mendorong peningkatan transaksi para pedagang.
BACA JUGA: 1.500 Kios Pasar Pagi Masih Tutup, Disdag Kota Samarinda Beri Deadline Agustus
BACA JUGA: Rp3 Miliar Disiapkan, Tempias Pasar Pagi Ditarget Tuntas Tahun Ini
"Kami juga membuka kesempatan bagi event organizer yang ingin menggelar kegiatan di Pasar Pagi. Kami tidak menutup diri," ujarnya pada Selasa, 21 Juli 2026.
Menurutnya, pemerintah sengaja membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak karena menghidupkan kembali aktivitas pasar membutuhkan keterlibatan banyak elemen masyarakat.
Kehadiran berbagai acara diyakini mampu menghadirkan suasana yang lebih semarak sekaligus menarik masyarakat untuk datang berbelanja.
Dia menjelaskan, kondisi Pasar Pagi saat ini masih dipengaruhi perlambatan ekonomi yang juga dirasakan sejumlah pasar tradisional lainnya di Samarinda.
BACA JUGA: Disdag Samarinda Ancam Tindak Pedagang Membandel di Pasar Pagi
BACA JUGA: DPRD: Pasar Pagi Harus Ramai Pedagang, Bukan Pemilik yang Sewakan Lapak
Oleh sebab itu, Disdag menilai perlu ada strategi tambahan di luar aktivitas perdagangan agar jumlah pengunjung terus meningkat.
"Pasar Pagi ini masih baru. Dengan kondisi ekonomi seperti sekarang, bukan hanya Pasar Pagi yang terdampak, tetapi pasar-pasar lain juga merasakan hal yang sama," katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
