Bankaltimtara

Harga Beras Premium di Bontang Melebihi HET, Satgas Pengendali Turun Tangan

Harga Beras Premium di Bontang Melebihi HET, Satgas Pengendali Turun Tangan

Satgas Pengendali Harga Beras saat melakukan sidag ke pedagang di pasar Taman Rawah Indah Bontang, Rabu (22/10/2025).-Michael Fredy Y/Nomorsatukaltim-

BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Harga beras premium di Bontang dijual di atas harga eceran tertinggi (HET). Ada yang menjual Rp17 ribu-Rp18 ribu per kilogram.

Mengetahui itu, Satuan tugas (Satgas) pengendali harga beras Bontang pun langsung turun mengecek ke lapangan untuk berdiskusi dengan para pedagang terkait penyebab beras dijual di atas HET.

Diketahui, HET beras premium ditetapkan pemerintah di Bontang yang masuk dalam zona 2, sebesar Rp15.400 per kilogram.

Kepala Unit (Kanit) II Tipiter Satreskrim Polres Bontang Ipda Mashudi mengatakan, beberapa penjual beras didatangi oleh tim gabungan tersebut. Mulai dari pasar tradisional, pasar modern sampai pada distributor.

BACA JUGA: Bea Cukai Bontang Musnahkan Rokok dan Miras Ilegal

BACA JUGA: Ciptakan Lingkungan Belajar Tanpa kekerasan, Ini yang Akan Dilakukan Disdikbud Bontang

Dalam tinjauan ke lapangan itu, beberapa hal ditemukan oleh tim satgas terkait alasan beras itu dijual di atas HET.

Salah satunya dikarenakan beras yang mereka beli dari distributornya sudah mahal. Belum lagi biaya pengirimannya dari Sulawesi ke Bontang.

“Dari Sulawesi mereka beli berasnya sudah Rp15.500 per kilogram. Belum lagi ongkos kirimnya sesuai aturan Rp1.100 per kilogram. Ini saja kalau ditotal sudah melebihi HET. Belum lagi untung buat mereka,” katanya kepada awak media, Rabu 22 Oktober 2025.

Menurutnya, berdasarkan perhitungan itu, hal yang paling wajar adalah ketika pedagang menjual berasnya di harga Rp17 ribu. Selebihnya, ia minta untuk diturunkan.

BACA JUGA: Warga Bontang Keluhkan Jukir Liar, Dishub: Perdanya Masih Dibahas

BACA JUGA: Subsidi Pendidikan Dinilai Efektif Jaga Tren Positif IPM Bontang

“Tadi kami sempat mendapatkan yang harganya Rp18 ribu. Karena itu, kami panggil ownernya,” terangnya.

Setelah ini, mereka akan mengirimkan hasil tinjauan yang mereka dapatkan di lapangan ke satgas pusat. Tujuannya, agar bisa dievaluasi untuk menekan tingginya harga beras.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: