Pengangguran Kaltim Turun, Disnakertrans Siapkan Pekerja Hijau Hadapi Transisi Energi
Kepala Disnakertrans Kaltim, Rozani Erawadi.-Mayang Sari-Disway Kaltim
BERAU, NOMORSATUKALTIM - Kondisi ketenagakerjaan Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan tren perbaikan sepanjang tahun 2024. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus 2024 tercatat 5,14 persen, turun dari 5,31 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan ini menjadi sinyal positif bahwa perekonomian daerah semakin inklusif dan mampu menciptakan lapangan kerja baru pada tahun 2025 dan masa akan datang.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim, Rozani Erawadi mengatakan, angka kemiskinan turun dari 5,31 menjadi 5,14 persen.
Artinya ada tambahan sekira 30 ribu tenaga kerja baru yang terserap.
“Ini menunjukkan aktivitas ekonomi kita terus tumbuh, terutama di sektor-sektor produktif seperti konstruksi, perdagangan besar dan eceran, serta jasa reparasi,” katanya, Kamis 16 Oktober 2025.
Lonjakan serapan tenaga kerja paling besar terjadi di sektor konstruksi dan perdagangan besar serta eceran.
BACA JUGA:Sabu Pipih Diselipkan Mirip Lipatan Pakaian, Kurir Asal Malaysia Tertangkap di Bandara Balikpapan
Kedua sektor ini masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi dan pembuka lapangan kerja baru di Kaltim.
Berdasarkan pendataan BPS Kaltim Agustus 2024, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil serta sepeda motor menjadi penyumbang terbesar penyerapan angkatan kerja, yakni 19,43 persen.
Disusul sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan 17,83 persen, dan sektor pertambangan serta penggalian sebesar 8,52 persen.
Rozani menjelaskan, perubahan struktur ketenagakerjaan ini mencerminkan pergeseran arah ekonomi Kaltim.
"Kalau dulu tambang mendominasi, sekarang tren-nya mulai menurun. Masih sekira 8 persen tenaga kerja di tambang dan penggalian. Sementara sektor perdagangan dan konstruksi tumbuh lebih cepat, " ujarnya.
Karena itu, Disnakertrans Kaltim kini fokus menyiapkan reskilling dan skema tenaga kerja hijau (green jobs) untuk mengantisipasi transisi energi dan perubahan pasar kerja.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

