Bankaltimtara

Miliki Potensi Unggulan Kabupaten Berau, Terasi dan Kakao Perlu Mendapat Perhatian Serius

Miliki Potensi Unggulan Kabupaten Berau, Terasi dan Kakao Perlu Mendapat Perhatian Serius

Bupati Berau Sri Juniarsih saat meninjau produk UMKM lokal.-istimewa-


BERAU, NOMORSATUKALTIM - Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menekankan pentingnya optimalisasi potensi ekonomi lokal yang selama ini belum sepenuhnya tergarap maksimal.

Menurutnya, Berau memiliki potensi unggulan Kabupaten Berau, mulai dari sektor pariwisata, kelautan, hingga komoditas andalan seperti terasi dan kakao.

"Berau tak hanya memiliki kekayaan alam dan destinasi wisata yang luar biasa, namun juga didukung oleh kekuatan ekonomi kreatif serta UMKM yang terus tumbuh," tutur Bupati Sri Juniarsih, Minggu 3 Agustus 2025.

Ia menyebut, salah satu kekuatan tersembunyi yang perlu mendapat perhatian serius adalah produk terasi dan kakao, yang ia nilai memiliki kualitas terbaik di Indonesia.

“Kita punya terasi yang kualitasnya terbaik, bahkan sudah diekspor. Tapi ironisnya, produk itu justru diakui berasal dari provinsi lain karena dikelola dan dikemas di luar daerah,” ujarnya.

Bupati menjelaskan, bahwa praktik tengkulak dari luar daerah masih menjadi masalah serius. Bahan baku terasi seperti udang rebon dan garam dibeli dari masyarakat kampung pesisir Berau seperti di Kampung Pegat Betumbuk dengan sistem pembayaran di muka.

“Tengkulak dari luar daerah datang, lalu produksi dilakukan di luar Berau. Kita punya bahan bakunya, tapi merek yang tercantum adalah provinsi lain. Itu sangat disayangkan,” jelasnya.

Praktik ini membuat berton-ton terasi Berau, hingga mencapai 40 ton, akhirnya dipasarkan dengan label “Made in” daerah lain. Sementara di sisi lain, pelaku lokal hanya memperoleh sedikit keuntungan dari bahan mentah.

"Untuk itu, saya meminta seluruh elemen koperasi dan pemerintah kampung untuk memutus mata rantai ketergantungan terhadap tengkulak," tegas Bupati Sri.

Dirinya pun mendorong kolaborasi antara Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) untuk menciptakan ekosistem produksi yang dikelola sepenuhnya oleh masyarakat lokal melalui koperasi.

“Kenapa bukan kita yang mengelola dan membangun branding terasi kita sendiri? Padahal kualitasnya diakui terbaik. Jika koperasi mau bersatu dan mengelola potensi ini, ekonomi masyarakat desa akan meningkat tajam,” terangnya.

Bupati mengungkapkan, saat ini beberapa produk terasi asal Berau memang sudah mulai dikemas dalam bentuk modern, seperti dalam toples dan bubuk siap pakai. Namun, hal ini masih merupakan bagian kecil dari potensi besar yang belum tergarap optimal.

"Selain terasi, kita juga memiliki komoditas kakao unggulan yang tak kalah potensial," imbuhnya. Ia berharap, para pelaku koperasi juga dapat melirik sektor ini sebagai ladang pengembangan usaha yang dapat memberi nilai tambah signifikan.

Kakao Berau adalah yang terbaik se-Indonesia. Ini bukan klaim kosong, tapi fakta. Potensi ini bisa kita kelola bersama, kita jadikan sebagai produk unggulan Kabupaten Berau yang siap bersaing secara nasional bahkan internasional,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait