IPP Kaltim Naik, Dispora Kaltim Bersiap Hadapi 16 Indikator Baru Penghitungan
Indeks Pembangunan Pemuda Kalimantan Timur Menempati posisi 5 terbaik nasional pada 2023.-istimewa-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) terus berupaya meningkatkan capaian Indeks Pembangunan Pemuda (IPP), seiring dengan diterapkannya metode baru penghitungan IPP oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Jika sebelumnya hanya menggunakan 15 indikator, kini IPP dihitung berdasarkan lima domain dengan total 16 indikator, yang menuntut keterlibatan lebih banyak sektor dalam pelaksanaannya.
Lima domain tersebut meliputi; pendidikan dan pelatihan (3 indikator), kesehatan (4 indikator), ketenagakerjaan layak (3 indikator), partisipasi dan kepemimpinan (3 indikator), serta inklusivitas dan kesetaraan gender (3 indikator).
Perubahan ini bertujuan memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi pemuda, sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor yang lebih konkret.
Subkoordinator Kepemimpinan, Kepeloporan dan Kemitraan Pemuda Dispora Kaltim, Rusmulyadi menjelaskan, bahwa peningkatan IPP tidak bisa hanya dibebankan kepada satu dinas teknis seperti Dispora.
“Pembangunan kepemudaan adalah urusan lintas sektor. Karena itu, dibutuhkan partisipasi aktif dari semua perangkat daerah,” ujarnya.
Hal ini telah direspons oleh Pemprov Kaltim dengan menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 45 Tahun 2023 tentang Rencana Aksi Daerah Pelayanan Kepemudaan.
Pergub ini menjadi payung hukum pelaksanaan program kepemudaan lintas sektor di Kaltim selama 2023–2024.
“Ketika Dinas Kesehatan membuat program gizi untuk remaja, Dinas Tenaga Kerja menyelenggarakan pelatihan kerja, atau Dinas Pendidikan meningkatkan angka kelulusan SMA, itu semua berkontribusi terhadap nilai IPP,” tambah Rusmulyadi.
Berdasarkan data IPP 2023, capaian Kaltim telah meningkat menjadi 64,38. Angka ini naik dibanding tahun sebelumnya. Secara wilayah, Samarinda menjadi kota dengan nilai IPP tertinggi di Kaltim dengan 71,26, disusul Bontang (67,39), dan Balikpapan (66,66). Sementara itu, Kukar tercatat sebagai daerah dengan capaian IPP terendah yaitu 59,04.
“Ini menunjukkan bahwa daerah yang punya perhatian besar pada pembangunan pemuda, hasilnya bisa terlihat jelas. Tapi kerja keras belum boleh berhenti di sini,” tegasnya.
Dengan perubahan metodologi ini, Dispora Kaltim berharap OPD lainnya semakin aktif menyelaraskan programnya dengan strategi peningkatan IPP.
Evaluasi dan pelaporan rutin atas indikator-indikator IPP juga akan terus diperkuat agar setiap program memiliki kontribusi yang terukur. (ADV/GTN)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

