Bankaltimtara

Dibombardir Rudal Israel, Fasilitas RS Baptis Al-Ahli Gaza Berhenti Beroperasi

Dibombardir Rudal Israel, Fasilitas RS Baptis Al-Ahli Gaza Berhenti Beroperasi

Ilustrasi. Kondisi gedung di Gaza usai dibombardir Israel awal April 2025.-IST/REUTERS-

GAZA, NOMORSATUKALTIM - Unit darurat dan resepsionis Rumah Sakit Baptis Al-Ahli di Kota Gaza, Palestina dibombardir pesawat tempur Israel pada Minggu (13/4/2025) waktu setempat, sehingga menyebabkan fasilitas tersebut berhenti beroperasi.

Dilansir Antara, dua rudal menghantam gedung bagian resepsionis rumah sakit itu sehingga menyebabkan kerusakan massif. Selain itu, kebakaran terjadi di unit darurat seperti perawatan darurat, laboratorium dan apotek.

Saksi mata mengungkapkan, bahwa militer Israel mengeluarkan ancaman langsung untuk mengebom rumah sakit dan memberikan waktu 18 menit agar para pasien, korban luka serta staf medis mengungsi.

Akibatnya, banyak pasien tidak dapat mengakses pelayanan darurat, saat puluhan orang tampak tergeletak di jalanan di sekitar rumah sakit di tengah kondisi cuaca ekstrem.

BACA JUGA: AS-China Makin Tegang! Trump Ancam Balas Tarif China, Eropa Serukan Deeskalasi

Diketahui, Rumah Sakit Baptis Al-Ahli merupakan pusat perawatan kesehatan vital yang melayani lebih dari satu juta warga Kota Gaza dan Distrik Gaza Utara.

Rumah Sakit Baptis Al-Ahli pernah menjadi tempat pembantaian pada 17 Oktober 2023, ketika serangan udara Israel yang mengerikan menewaskan 471 warga sipil, termasuk pasien dan keluarga pengungsi yang berlindung di rumah sakit tersebut.

Rumah sakit yang terletak di tepi utara daerah Al-Zaytoun di Gaza dikelola Gereja Episkopal Anglikan di Yerusalem, merupakan salah satu fasilitas medis tertua di Gaza yang berdiri sejak 1882.

Setelah dirudal hingga hancur, menjadi pukulan keras bagi sistem kesehatan Gaza yang sudah kewalahan sejak Israel melancarkan perang genosida pada 7 Oktober 2023.

BACA JUGA: Indonesia Kutuk Serangan Besar-besaran Israel ke Jalur Gaza, Ratusan Warga Sipil Tewas

Total ada 34 rumah sakit serta puluhan pusat kesehatan dan klinik di seluruh Gaza dihancurkan dan berhenti beroperasi sejak awal agresi Zionis.

Kelompok-kelompok pejuang HAM menilai serangan militer Israel itu merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, terutama Konvensi Jenewa yang melindungi lembaga medis selama berlangsung konflik.

Dalam beberapa bulan terakhir, setelah hancurnya pusat-pusat medis utama seperti Rumah Sakit Al-Shifa, Rumah Sakit Indonesia, dan Rumah Sakit Kamal Adwan, Rumah Sakit Baptis Al-Ahli telah menjadi fasilitas medis utama untuk Gaza utara. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait