Buntut Keresahan Pengguna BBM yang Kendarannya Mogok, Komisi III DPRD Kaltim Desak Pertamina Ambil Tindakan

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim Ahmad Reza Pahlevi. -salsabila/disway-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim Ahmad Reza Pahlevi meminta Pertamina ambil tindakan terkait banyaknya keluhan pengguna BBM usai mengisi di SPBU.
Diketahui, sejumlah pengendara mengeluhkan kualitas Pertalite yang menurun drastis. Ditandai dengan gejala seperti mesin tersendat, konsumsi bahan bakar lebih boros, hingga kerusakan komponen kendaraan yang berujung pada biaya perbaikan mahal.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Ahmad Reza, menyatakan keprihatinannya atas maraknya keluhan masyarakat terkait dugaan ini.
Ia menegaskan bahwa dugaan praktik pengoplosan BBM adalah kejahatan yang merugikan masyarakat dan harus ditindak tegas.
BACA JUGA:Banyak Kendaraan
"Sebagai bagian dari masyarakat, saya menyampaikan keprihatinan mendalam atas keluhan ini. Dugaan pencampuran Pertalite yang beredar di Samarinda bukan hanya merugikan dari sisi ekonomi, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengendara," ungkap Ahmad Reza, pada Minggu (30/3/2025).
Ia pun mendesak Pertamina untuk segera mengambil langkah cepat dengan melakukan sejumlah hal. Di antaranya:
• Pemeriksaan mendadak di SPBU-SPBU yang dicurigai melakukan praktik pengoplosan.
• Pengujian laboratorium terhadap sampel BBM yang beredar.
• Pengetatan pengawasan distribusi agar BBM yang sampai ke tangan masyarakat tetap terjaga kualitasnya.
• Penerapan sanksi tegas bagi oknum yang terbukti melakukan pelanggaran.
Ahmad Reza juga juga mengingatkan mengenai praktik ini telah melanggar Pasal 28 UU No. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Pasal 55 UU No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas.
Pihaknya berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kasus ini dan siap memfasilitasi pertemuan antara Pertamina, aparat hukum, dan masyarakat terdampak.
"Kami juga mengimbau masyarakat yang mengalami masalah serupa untuk segera melaporkan kejadian tersebut agar dapat ditindaklanjuti," tegasnya.
Dengan meningkatnya pengawasan dan keterlibatan aparat hukum, diharapkan praktik ilegal ini dapat diberantas demi kepentingan masyarakat luas.
Keluhan mengenai buruknya kualitas Pertalite tidak hanya muncul di Samarinda, tetapi juga di beberapa daerah lain di Kalimantan Timur. Sejumlah warga mengaku kendaraan mereka mengalami masalah setelah mengisi bahan bakar di SPBU tertentu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: