Longsor 2018 Masih Membayangi, Warga Sanga-Sanga Cemas Tambang Batu Bara PT ABN
Potret aktivitas tambang PT ABN dari udara, terlihat sangat dekat dengan permukiman warga RT 09, Kelurahan Jawa, Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara.-(Disway Kaltim/ Salsa)-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Aktivitas tambang batu bara milik PT Adimitra Baratama Niaga (ABN) di Jalan Dam, RT 09, Kelurahan Jawa, Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, menuai protes warga.
Tambang yang beroperasi kurang dari 100 meter dari permukiman ini menimbulkan kebisingan, debu, dan ketakutan akan longsor yang sebelumnya pernah terjadi di kawasan tersebut pada tahun 2018 silam.
Sejumlah warga merasa resah dengan keberadaan tambang yang semakin dekat dengan tempat tinggal mereka.
Nugraha, salah satu pemuda setempat, mengatakan bahwa banyak warga mengeluhkan hal ini karena takut kejadian longsor terulang kembali.
"Warga di sini itu mengeluhkan adanya tambang di belakang rumah mereka, karena mereka takut ada longsor kedua," ujar Nugraha, Rabu (12/2/2025).
Ia mengingatkan bahwa pada 2018 lalu, sebuah longsor besar terjadi di wilayah ini, menyebabkan beberapa rumah warga tenggelam.
Saat itu, rencana pembebasan lahan pun dibatalkan karena risiko tinggi akan longsor.
"Awalnya daerah ini mau dibebaskan pada 2018. Tapi sebelum dibebaskan, ada longsoran dekat sini. Akhirnya, tanahnya tidak jadi dibebaskan karena takut longsor lagi," tambahnya.
BACA JUGA: Ketua DPRD Kaltim soal Hak Tambang Perguruan Tinggi: Kalau Bisa Dievaluasi Kembali
Nugraha menegaskan bahwa aktivitas tambang tidak seharusnya dilakukan terlalu dekat dengan permukiman.
Hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 4 Tahun 2012, yang mengatur bahwa jarak minimal antara tepi lubang galian tambang dan permukiman harus 500 meter.
"Itu sangat berbahaya, karena sudah kurang dari 100 meter dari pemukiman warga," tegasnya.
Kebisingan 24 Jam, Sulit Tidur dan Dihantui Ketakutan
Keluhan warga tidak hanya sebatas ancaman longsor, tetapi juga gangguan akibat kebisingan dari aktivitas tambang yang beroperasi siang dan malam.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
