63.101 KRS Tersebar di 18 Kecamatan di Kutim, Bupati Tegaskan Kolaborasi untuk Atasi Stunting
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman.-(Disway Kaltim/ Sakiya)-
KUTAI TIMUR, NOMORSATUKALTIM - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mencatat sebanyak 63.101 Keluarga Berisiko Stunting (KRS) tersebar di 18 kecamatan. Data tersebut menjadi dasar penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat penurunan stunting di daerah ini.
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menegaskan, penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh pemerintah daerah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan dunia usaha dan organisasi masyarakat secara terkoordinasi.
Penegasan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Kolaborasi Program Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Ruang Rapat Wisma Raya PT Kaltim Prima Coal (KPC), Selasa (23/12/2025).
Menurut Ardiansyah, upaya penurunan stunting harus berbasis data dan terintegrasi agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran serta tidak tumpang tindih dengan program organisasi perangkat daerah (OPD).
BACA JUGA: 39 Ribu Balita di Kaltim Terdeteksi Stunting, 4 Daerah Perlu Audit Total
“Penanganan anak stunting dan keluarga berisiko stunting dapat dilakukan secara kolaboratif oleh dunia usaha dan organisasi masyarakat, sepanjang tetap terkoordinasi dengan OPD terkait,” tegas Ardiansyah.
Ia menilai keterlibatan PT KPC yang menggandeng lebih dari 50 subkontraktor merupakan langkah strategis dalam mengoptimalkan pemanfaatan data By Name By Address (BNBA) anak stunting dan keluarga berisiko stunting.
“Forum ini menjadi momentum penting untuk merumuskan bagaimana data BNBA dapat diterjemahkan menjadi intervensi program CSR yang tepat sasaran dan terkoordinasi,” ujarnya.
Ardiansyah juga meminta Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) memperkuat komunikasi dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan agar target penurunan stunting di Kutai Timur dapat dicapai.
BACA JUGA: Angka Stunting Kukar Turun jadi 14,2 Persen, Terendah Se-Kaltim
BACA JUGA: Tenaga Gizi di Kaltim Baru 503 Orang, DPRD Desak Percepatan Penanganan Stunting yang Masih Tinggi
“Bangun budaya kolaborasi dan sinergitas agar target penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Kutai Timur dapat tercapai,” pesannya.
Dalam forum yang sama, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur Achmad Junaidi memaparkan tren prevalensi stunting di daerah tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

