Bankaltimtara

Menyumpit Meriahkan HUT ke-26 Kutai Barat, Tradisi Dayak Jadi Olahraga Prestasi

Menyumpit Meriahkan HUT ke-26 Kutai Barat, Tradisi Dayak Jadi Olahraga Prestasi

Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, secara resmi membuka lomba olahraga tradisional menyumpit dala.m rangka HUT ke-26 Kabupaten Kutai Barat.-(Disway Kaltim/ Eventius)-

KUTAI BARAT, NOMORSATUKALTIM — Ratusan peserta dari berbagai penjuru daerah berkumpul dalam satu arena, beradu ketepatan dan kekuatan dalam lomba olahraga tradisional (Oltrad) menyumpit.

Lomba menyumpit menjadi salah satu rangkaian utama perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kabupaten Kutai Barat (Kubar).

Sekitar 200 peserta turut ambil bagian dalam ajang ini. Mereka tidak hanya berasal dari kampung-kampung di wilayah Kubar, tetapi juga dari luar daerah seperti Tenggarong, Pampang, hingga Bontang. 

Keikutsertaan peserta lintas wilayah ini menambah semarak pesta budaya tahunan yang menjadi kebanggaan masyarakat Bumi Tanaa Purai Ngeriman.

BACA JUGA: Pandi Widiarto Dukung Olahraga Tradisional Sumpit Masuk Kurikulum Sekolah

BACA JUGA: Ratusan Peserta Meriahkan Festival Sumpit se-Kalimantan di Kutim

Wakil Koordinator Seksi Oltrad Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Barat, Alkatib, menyampaikan bahwa minat masyarakat untuk mengikuti lomba tahun ini terbilang tinggi. 

Bahkan, sejumlah daerah dari provinsi tetangga sempat menyatakan keinginan untuk ikut berpartisipasi. Namun, rencana tersebut batal karena bertepatan dengan agenda serupa di wilayah masing-masing.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memperingati hari ulang tahun Kutai Barat sekaligus mengembangkan komunitas olahraga tradisional di daerah. Kami ingin olahraga seperti menyumpit ini terus tumbuh, baik di kalangan masyarakat umum, pelajar, maupun pegawai pemerintah,” jelas Alkatib kepada NOMORSATUKALTIM, Kamis (23/10/2025).

Menurutnya, olahraga tradisional seperti menyumpit bukan sekadar hiburan rakyat, tetapi juga wahana memperkuat identitas dan kearifan lokal masyarakat Dayak. 

BACA JUGA: Dispora Kaltim-KORMI Komitmen Jaga Olahraga Tradisional Tetap Hidup

BACA JUGA: Dispora Kaltim Perkuat dengan KORMI, Sinergi Pembinaan Olahraga Tradisional

Di balik setiap tiupan sumpit, tersimpan sejarah panjang tentang cara hidup, nilai ketangkasan, dan kebersamaan yang diwariskan turun-temurun.

“Menyumpit ini dulunya alat berburu bagi masyarakat Dayak. Kini, telah bertransformasi menjadi olahraga prestasi yang memiliki nilai budaya dan sejarah yang kuat. Kami berharap generasi muda tidak hanya memainkannya sebagai kompetisi, tetapi juga memahami maknanya sebagai warisan budaya yang patut dijaga,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: