Bankaltimtara

Festival Gemeoh 2025 Usai, Wakil Bupati Minta Semangat Budaya Tetap Menyala

Festival Gemeoh 2025 Usai, Wakil Bupati Minta Semangat Budaya Tetap Menyala

Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Andriani resmi menutup Festival Melayu Gemeoh 2025 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Kecamatan Melak.-(Disway Kaltim/ Eventius)-

KUTAI BARAT, NOMORSATUKALTIM – Festival Melayu Gemeoh 2025 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kecamatan Melak resmi ditutup Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Andriani, pada Senin (17/11/2025). 

Acara penutupan di halaman Kantor Kecamatan Melak itu berlangsung meriah, ditandai tradisi khas Melak Makan Bekerobok dan Becolet Pupur Basah yang menjadi simbol persatuan dan kegembiraan masyarakat.

Dalam sambutannya, Nanang menegaskan bahwa Festival Gemeoh bukan sekadar agenda tahunan atau seremoni perayaan, melainkan ruang kebersamaan yang menyatukan seluruh lapisan masyarakat Melak.

“Festival ini bukan hanya untuk merayakan ulang tahun Kecamatan Melak, tetapi juga wadah pemersatu masyarakat melalui budaya, olahraga, dan hiburan rakyat. Ini adalah pesta rakyat, milik kita bersama,” tegasnya.

BACA JUGA: Festival Gemeoh 2025 Resmi Dibuka, Semarakkan HUT ke-224 Melak dengan Budaya Lokal

Nanang menyampaikan bahwa tema festival tahun ini "Mempererat Tali Silaturahmi dan Meningkatkan Ekonomi Etam" dipilih untuk menegaskan dua tujuan utama. Yakni memperkuat persatuan masyarakat serta memberikan ruang ekonomi bagi UMKM, pedagang lokal, dan para pelaku seni budaya.

“Kegiatan ini memberikan manfaat besar, terutama dalam mempererat hubungan antar-suku dan komunitas di Melak. Keberagaman budaya adalah kekuatan kita,” ujarnya.

Ia menambahkan, geliat ekonomi selama festival terlihat dari ramainya lapak UMKM dan stand kuliner yang dikelola masyarakat.

Festival Gemeoh, yang menggabungkan unsur budaya Melayu Gemeoh dan kekayaan budaya dari berbagai suku di Kutai Barat, dinilai Nanang sebagai momentum untuk terus menjaga identitas lokal di tengah perubahan zaman. 

BACA JUGA: Maratua Music Festival 2025 Sukses Guncang Pulau Maratua

Ia menyebut Melak sebagai rumah bersama, tempat ragam budaya hidup berdampingan dengan rukun.

“Melalui festival ini, kami berharap Melak semakin maju dan mampu mempertahankan kekayaan budayanya. Tradisi seperti Makan Bekerobok dan Becolet Pupur Basah adalah ciri khas yang harus dijaga,” tandasnya.

Festival yang berlangsung beberapa hari ini menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari yang tradisional hingga modern. 

Di antaranya tari jepen, run 5K, begasing, menyumpit, ketinting, bulutangkis, serta kegiatan massal seperti kirab budaya, jalan santai, senam sehat dan kobar bejagur. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait