Bankaltimtara

Ribuan Batang Rokok Ilegal Beredar di Bontang

Ribuan Batang Rokok Ilegal Beredar di Bontang

Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan KPPBC Bontang, Rida Budi Santoso.--

BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Rokok ilegal banyak beredar di Kota Taman. Buktinya, sepanjang Januari-Juli 2026 saja, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe C Bontang amankan 100.920 batang rokok ilegal. Total kerugian negara sebesar Rp 186 juta.

Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan KPPBC Bontang, Rida Budi Santoso, mengatakan, semua rokok ilegal itu diamankan saat instansi itu melakukan operasi asap. Operasi itu dilakukan untuk mengamankan sumber penerimaan negara dari sektor cukai.

“Fokus kami adalah penindakan terhadap barang kena cukai ilegal. Khususnya rokok dan minuman beralkohol. Selama 2026, kami sudah melakukan 39 kali penindakan,” kata Rida, Sabtu, 25 Juli 2026.

Dalam operasi tersebut, pelanggaran yang ditemukan meliputi produk tanpa pita cukai, penggunaan pita cukai palsu, hingga penggunaan pita cukai bekas yang tidak sesuai peruntukannya.

BACA JUGA: Pemkot Bontang Beri Hibah BNNK Rp 250 Juta untuk Penanganan Narkotika

Selain rokok, Bea Cukai Bontang juga mengamankan minuman ilegal dengan total nilai barang sekitar Rp 19 juta. Dengan volume mencapai 94,67 liter. “Sebagian besar minuman tersebut merupakan produk impor, khususnya dari China, yang tidak dilengkapi pita cukai,” tambahnya.

Menurutnya, tingkat kerawanan peredaran barang ilegal di wilayah Bontang tergolong rendah dibandingkan daerah lain. Misalkan saja di Pulau Jawa dan Sumatera. Meski demikian, pihaknya tetap meningkatkan pengawasan. Terutama di wilayah pesisir Kecamatan Bontang Selatan yang dinilai lebih rawan.

Dalam setiap operasi, Bea Cukai Bontang juga memastikan tidak ditemukan keterkaitan dengan peredaran narkotika. Namun demikian, koordinasi terus dilakukan dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bontang dan aparat kepolisian.

“Kami belum menemukan adanya narkotika dalam pengungkapan kasus. Namun, kami terus berkolaborasi dengan BNN dan kepolisian. Ke depan, akan ada dua operasi darat dan satu operasi laut yang kami dukung bersama,” jelasnya.

BACA JUGA: Cegah Kebocoran PAD, Pemkot Bontang Gunakan Transaksi Digital untuk Pembayaran

Selain itu, Bea Cukai juga mulai melakukan pengawasan terhadap produk vape yang diindikasikan berpotensi mengandung campuran zat terlarang. Pengawasan ini rencananya akan digabungkan dengan operasi darat bersama BNN.

“Kami berharap melalui operasi terpadu ini, hasil yang didapat bisa maksimal,” ucapnya. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: