Bankaltimtara

Gazebo Gratis di Beras Basah Dikuasai Pedagang, Penataan Wisata Bontang Terkendala Aturan

Gazebo Gratis di Beras Basah Dikuasai Pedagang, Penataan Wisata Bontang Terkendala Aturan

Tenda-tenda di Pulau Beras Basah Bontang yang disewakan kepada wisatawan.-Michael Fredy Y/Nomorsatukaltim-

BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Destinasi wisata di Kota Bontang sudah ditarik retribusi dengan target bisa menyumbang pendapatan asli daerah (PAD). Tahun ini, destinasi wisata bisa menyumbang sekitar Rp130 juta ke kas daerah.

Namun, masih banyak masyarakat yang mengeluh terkait kondisi obyek wisata di Kota Taman. Salah satunya, biaya yang mahal.

Seperti halnya di destinasi wisata Pulau Beras Basah. Penarikan retribusi memang murah, hanya Rp 5 ribu. Namun, biaya lainnya sangat mahal.

Misalkan saja, biaya penyeberangan. Jika menggunakan jasa pariwisata, dipatok harga sebesar Rp100 ribu.

BACA JUGA: Wisata Libur Lebaran di Bontang Melonjak tapi Sampah Menggunung

BACA JUGA: Momen Idulfitri, Beras Basah Tidak Terlalu Ramai, Pengunjung Keluhkan Mahalnya Kocek ke Sana

Sesampai di lokasi, wisatawan kembali ditodong dengan harga biaya sewa tenda yang nominalnya sama dengan biaya penyeberangan tadi.

Padahal, Pemkot Bontang sudah menyiapkan beberapa gazebo di lokasi tersebut. Walau jumlahnya tidak banyak, tapi semua gazebo itu gratis.

Namun, beberapa gazebo itu malah ditempati pedagang untuk meletakkan dagangannya. Selain itu, pedagang lainnya membangun tenda sederhana berukuran sedang terbuat dari kayu dan terpal. Tenda itulah yang disewakan ke wisatawan yang berkunjung ke Pulau Beras Basah.

Tak hanya itu, biaya air tawar untuk membilas usai berenang di laut juga dinilai mahal, yakni Rp5 ribu per 5 liter air.

BACA JUGA: Disporaparekraf Bontang Siapkan Destinasi Wisata Khusus Libur Lebaran, Cuaca jadi Tantangan

BACA JUGA: Bontang Mulai Tarik Retribusi Destinasi Wisata, Tahun 2026 Targetkan Rp100 Juta untuk PAD

Semua itu, belum termasuk biaya lain yang ditimbulkan. Sayangnya, hal tersebut tidak seimbang dengan kebersihan air laut.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Bontang, Eko Mashudi mengaku, sudah berulang kali menegur pedagang yang meletakkan jualan mereka di gazebo buatan Pemkot Bontang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: