Bankaltimtara

Bontang Mulai Tarik Retribusi Destinasi Wisata, Tahun 2026 Targetkan Rp100 Juta untuk PAD

Bontang Mulai Tarik Retribusi Destinasi Wisata, Tahun 2026 Targetkan Rp100 Juta untuk PAD

Kepala Disporaparekraf Bontang, Eko Mashudi-Michael Fredy Y/Nomorsatukaltim-

BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Bontang mulai memungut retribusi dari destinasi wisata. Target tahun ini destinasi wisata bisa menyumbang Rp100 juta untuk pendapatan asli daerah (PAD).

Kepala Disporaparekraf Bontang, Eko Mashudi mengatakan, target tersebut bisa terpenuhi karena di Januari 2026 saja, sudah terkumpul sekitar Rp30 juta dari retribusi pariwisata. Paling banyak dari penyewaan villa dan penginapan.

“Itu baru Januari. Kalau Februari, kami belum selesai menghitung. Saya optimislah bisa memenuhi target yang diberikan. Itu baru penyewaan villa dan penginapan,” katanya, Selasa, 3 Maret 2026.

Bulan ini, dinas yang dipimpinnya juga akan menerapkan penarikan retribusi masuk ke sejumlah destinasi wisata, seperti wisata mangrove di Berbas.

BACA JUGA: Pelataran Bontang Kuala Selesai Renovasi Sesuai Target

BACA JUGA: Jalan Layang Bontang Kuala Belum Diakomodir APBN 2026, Pemkot Siapkan Skema Trotoar Darurat

“Kalau mangrove ini kan hanya satu pintunya, jadi lebih enak. Sementara, kalau Bontang Kuala, sangat banyak pintu. Sehingga, harus diberikan beberapa petugas di sana. Kalau Beras Basah, kami hanya pungut retribusi saat weekend saja. Hari biasa tidak,” bebernya.

Dijelaskannya, seperti wisata mangrove dan Bontang Kuala ini petugas hanya disiagakan sore hari saja. Kunjungan terbanyak wisatawan hanya saat sore.

“Kalau siang kan panas. Jadi cenderung sedikit pengunjung yang datang,” ucapnya.

Kebijakan penarikan retribusi destinasi wisata ini merupakan kebijakan baru. Sehingga, muncul pro dan kontra dari masyarakat. Pun termasuk dengan para pedagang di lokasi wisata tersebut.

BACA JUGA: Cegah Perbuatan Mesum dan Perusakan Fasum, Mangrove Eco Park Bontang Dipantau CCTV

BACA JUGA: Abisar Kritis Tanpa Jaminan Kesehatan, Bocah Korban Diterkam Buaya di Bontang

“Kalau menurut saya, ya, tidak masalah. Namanya kebijakan baru, pasti ada pro dan kontra. Karena itu, kami terus melakukan edukasi kepada masyarakat. Masukan dari masyarakat ini perlu untuk perbaikan kita juga. Kami tidak anti kritik,” ungkapnya.

Menurutnya, penarikan retribusi ini tentunya diimbangi dengan perbaikan fasilitas di destinasi wisata tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: