Bankaltimtara

Retribusi Pantai Manggar Sudah 80 Persen, Disparpora Balikpapan Target Rp7 Miliar di 2025

Retribusi Pantai Manggar Sudah 80 Persen, Disparpora Balikpapan Target Rp7 Miliar di 2025

Realisasi retibusi Pantai Manggar Segarasari telah mencapai 80 persen di bulan Oktober 2025.-(Disway Kaltim/ Chandra)-

BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) mencatat realisasi retribusi wisata Pantai Manggar Segarasari telah mencapai sekitar 80 persen hingga Oktober 2025. 

Disparpora Balikpapan menargetkan penerimaan retribusi mencapai Rp7 miliar hingga akhir tahun ini, naik dari capaian Rp5 miliar pada 2024.

Kepala Disparpora Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma, mengatakan peningkatan pendapatan tersebut sejalan dengan perbaikan infrastruktur dan fasilitas wisata di kawasan Pantai Manggar

Dalam 2 tahun terakhir, sejumlah fasilitas baru telah dibangun, seperti amphitheater, jalur pedestrian yang lebih nyaman, balai lamin, dan area camping ground berkonsep modern.

BACA JUGA: Potret Pantai Manggar Balikpapan dalam Cerita Pengunjung dan Penyewa

BACA JUGA: Menepis Persepsi Miring, Pengelola Pantai Manggar Beberkan Fakta Retribusi dan Layanan

“Capaian ini menandakan pemulihan positif sektor wisata pascapandemi,” jelas Ratih, pada Senin,  13 Oktober 2025.

Ratih menegaskan bahwa Pantai Manggar ini sebagai proyek percontohan wisata bahari berkelanjutan dengan konsep modern dan ramah lingkungan. 

Upaya ini, menurutnya, menjadi langkah strategis dalam memperkuat citra Balikpapan sebagai kota pesisir yang tak hanya indah, tetapi juga produktif secara ekonomi dan sosial.

“Pantai Manggar menjadi satu-satunya destinasi wisata di bawah pengelolaan langsung pemerintah melalui UPTD Disparpora,” kata Ratih.

BACA JUGA: Lampaui Target, Pendapatan Pantai Manggar Balikpapan Tembus Ratusan Juta selama Libur Lebaran

BACA JUGA: Pengunjung Pantai Manggar Melonjak, Retribusi Tembus Rp200 Juta dalam Sehari

Langkah tersebut, lanjut Ratih, memungkinkan pengawasan lebih baik terhadap pelayanan publik dan pengelolaan potensi ekonomi wisata.

“Setiap akhir pekan, kawasan Pantai Manggar selalu ramai dengan berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari komunitas, seni, olahraga, hingga kegiatan keagamaan. Kami ingin pantai ini tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tapi juga ruang publik yang hidup dan produktif,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait