Potret Pantai Manggar Balikpapan dalam Cerita Pengunjung dan Penyewa
Suasana lokasi wisata Pantai Manggar, Balikpapan, pada akhir pekan ini.-(Disway Kaltim/ Salsa)-
BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Ombak kecil bergulung pelan di bibir Pantai Manggar. Butir pasir putih terbawa angin, menyapu sisa jejak kaki pengunjung yang kian jarang singgah.
Dari kejauhan, pohon cemara yang dulu meneduhkan kini tak lebih dari deretan batang yang tercerai.
Sementara jalan beton membelah kenangan, membatasi laut dengan hamparan tempat duduk yang tak selalu bebas untuk disinggahi.
Dalam sebuah unggahan di akun Facebook pribadinya, Hamid, warga Tenggarong, membagikan pengalamannya ketika berkunjung.
BACA JUGA: Pengelola Menepis Persepsi Miring Pantai Manggar, Beberkan Fakta Retribusi dan Layanan
Ia menuturkan keraguannya sejak pertama kali hendak memasuki kawasan pantai.
"Bagi bapak/ibu yang ingin berwisata ke Pantai Manggar Balikpapan, jika hanya berdua, harus mikir berkali-kali karena apabila ke sini, dari awal masuk sudah ditagih bayaran Rp20.000 per orang beserta uang parkir," tulis Hamid dalam unggahan tersebut.
Menurutnya, di balik karcis masuk, ada lapisan lain dari biaya yang menunggu.
"Tidak ada fasilitas WC atau kamar mandi yang gratis seperti di Pantai Lamaru. Di sini semuanya serba bayar dan harus mengeluarkan uang," sambungnya.
BACA JUGA: Lampaui Target, Pendapatan Pantai Manggar Balikpapan Tembus Ratusan Juta selama Libur Lebaran
Ia juga menyebut pengunjung seperti dipaksa menyewa tempat duduk dan terpal.
"Apabila kita membawa terpal sendiri maka tidak diperbolehkan untuk menghamparkan terpal dan seperti dipaksa untuk menyewa tempat apabila memang ingin duduk santai," ujar Hamid.
Sementara itu, Rahma, seorang ibu yang rumahnya tak jauh di kawasan Lamaru, melihat Pantai Manggar dari sisi berbeda.
Ia datang bersama anak, sepupu, dan keluarga kecilnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
