Masalah Nelayan Teritip Balikpapan Bukan di Laut, Tapi di Darat
Anggota DPRD Balikpapan, Swardi Tandiring saat diwawancara Nomorsatukaltim.-(Disway Kaltim/ Salsa)-
BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Membicarakan nelayan sering kali berhenti pada harga hasil tangkapan. Padahal, persoalan di lapangan tidak sesederhana itu.
Di Teritip, pesisir Timur Kota Balikpapan, kebutuhan utama justru berada pada hal-hal yang lebih mendasar yaitu bahan bakar (BBM) yang mudah diakses, fasilitas penyimpanan, hingga jalur distribusi yang tidak memotong nilai jual.
Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Swardi Tandiring, menyebut penguatan ekonomi nelayan perlu menyentuh bagian tersebut secara langsung. Tanpa itu, hasil tangkapan bernilai tinggi pun tidak memberi dampak maksimal.
"Kalau hanya bicara harga, itu tidak cukup. Harus ada fasilitas pendukung supaya nilai hasil tangkapan tetap terjaga," ucapnya.
BACA JUGA: Sebulan, 3 Bagan Nelayan Manggar Ditabrak Kapal, DPRD Minta Jalur Laut Balikpapan Ditertibkan
BACA JUGA: Nelayan Teluk Balikpapan Nilai RDMP Pertamina Nihil Manfaat, Justru Ganggu Ruang Tangkap
Mesin pendingin, tempat penampungan, hingga sistem distribusi menjadi bagian yang dinilai krusial. Dengan fasilitas tersebut, nelayan tidak lagi berada dalam posisi menjual cepat karena keterbatasan daya simpan.
Akses bahan bakar juga menjadi titik penting. Saat ini, nelayan masih harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan solar. Kondisi itu berpengaruh langsung pada biaya operasional dan waktu melaut.
Apabila waktu berkurang, hasil pun ikut menurun. Di sisi lain, potensi komoditas seperti udang galah hidup, kerapu, dan kepiting rajungan sebenarnya sudah memiliki pasar yang jelas, bahkan hingga luar daerah.
Tantangannya ada pada bagaimana hasil itu bisa sampai ke pasar dengan kualitas tetap terjaga.
BACA JUGA: Kabel Semrawut Tak Kunjung Tuntas, DPRD Balikpapan Akui Penataan Tersendat Biaya dan Ego Sektoral
BACA JUGA: DPRD Balikpapan Beri Tenggat 1 Bulan Pembayaran Hak Eks Buruh PT Ossiana
DPRD Balikpapan menyatakan akan melanjutkan pembahasan ini bersama perangkat daerah terkait untuk merancang program yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Skema yang disiapkan tidak hanya menyasar peningkatan produksi, tetapi juga memastikan hasil tangkapan memiliki nilai jual yang lebih stabil.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
