Bankaltimtara

Pemkot Balikpapan Siapkan Skema Kontrak Individu untuk Atasi Kekurangan Guru

Pemkot Balikpapan Siapkan Skema Kontrak Individu untuk Atasi Kekurangan Guru

Staf Ahli Wali Kota Balikpapan Bidang Sosial, Kesejahteraan, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Admin Siregar (kanan), saat hadir dalam acara Festival GTK Kota Balikpapan 2025, pada Senin (6/10/2025).-(Disway Kaltim/ Salsa)-

BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan tengah menyiapkan mekanisme kontrak kerja individu bagi tenaga pendidik sebagai solusi atas kekurangan guru di sejumlah sekolah dasar dan menengah. 

Langkah tersebut dilakukan menyusul kebijakan pemerintah pusat yang melarang penambahan tenaga kontrak daerah yang dibiayai melalui APBD.

Hal itu disampaikan langsung oleh Staf Ahli Wali Kota Bidang Sosial, Kesejahteraan, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Admin Siregar, saat mewakili Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud membuka Festival Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kota Balikpapan Tahun 2025 dalam rangka Wali Kota Balikpapan Award, pada Senin (6/10/2025).

Admin Siregar menjelaskan, Pemkot Balikpapan telah mengkaji opsi kontrak individu agar proses perekrutan guru dapat tetap berjalan tanpa melanggar ketentuan kepegawaian yang berlaku.

BACA JUGA: Pemkot Samarinda Resmi Angkat 635 PPPK Tahap II, Didominasi Formasi Guru

BACA JUGA: Para Guru Non-Database di Berau Belum Terima Honor Sejak 3 Bulan, Pemkab Berau Masih Mencari Solusi

"Kami berupaya menutup kekurangan tenaga pendidik dengan skema kontrak individu yang pembiayaannya bersumber dari APBD. Alokasi anggaran untuk gaji dan jaminan kesehatan juga telah disiapkan dalam rancangan anggaran tahun depan," ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, kebutuhan guru di kota ini masih defisit sekitar 400 hingga 500 orang, meliputi jenjang taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP).

Selain membahas ketersediaan tenaga pendidik, Admin Siregar juga menyoroti peran guru dalam pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MPG) bagi pelajar. 

Ia menyebut guru turut berperan sebagai pengawas distribusi makanan di sekolah agar tepat sasaran.

BACA JUGA: Balikpapan Kekurangan 600 Guru, DPRD Setujui Rekrutmen dengan Skema KKI

BACA JUGA: Penempatan Guru di Mahulu Belum Merata, Ketua DPRD: Miris! Banyak Tenaga Pendidik yang Hanya Lulusan SMA

"Program ini bagian dari upaya menciptakan generasi sehat dan cerdas menuju Indonesia Emas 2045," ucap Admin Siregar.

Menurut data Pemkot Balikpapan, sekitar 30 ribu siswa dari total 125 ribu pelajar di Balikpapan telah menerima manfaat program MPG. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait