Kisah Si Bejo, Sapi Jumbo Pilihan Kurban Presiden Prabowo di Samarinda

Senin 25-05-2026,13:16 WIB
Reporter : Ari Rachiem
Editor : Baharunsyah

Sementara pakan fermentasi dibuat menggunakan rumput Pakchong, Gama Umami, dan Samsibar yang dicacah lalu disimpan dalam plastik fermentasi agar menghasilkan kualitas pakan lebih stabil dan sudah dicerna ternak.

“Di kandang saya aromanya beda. Itu keunggulan dari fermentasi dan konsentrat,” katanya.

Mujianto menuturkan Bejo mendapatkan jadwal makan dua kali sehari, yakni pagi dan sore, dengan pengawasan ketat terhadap kebersihan kandang dan kenyamanan hewan agar tidak mengalami stres selama masa penggemukan.

Di balik keberhasilan itu, ia mengaku Bejo sempat menjadi sapi yang sulit diatur ketika pertama kali datang dari Sulawesi karena susah makan dan memiliki perilaku cukup liar dibanding sapi lain di kandangnya.

Mujianto bahkan mengaku pernah merasa frustrasi karena sapi tersebut tidak kunjung menunjukkan perkembangan yang diharapkan meski telah diberi perhatian dan perlakuan terbaik setiap hari.

“Sampai kadang-kadang saya mau nangis. Kenapa saya rawat baik-baik tapi tidak bisa langsung makan seperti yang lain,” tuturnya.

Perlahan kondisi Bejo mulai membaik hingga akhirnya tumbuh menjadi sapi terbesar di kandang dan berhasil lolos seleksi sebagai hewan kurban bantuan presiden untuk Kalimantan Timur pada Iduladha 2026.

Mujianto mengatakan proses seleksi berlangsung sekitar dua bulan dengan melibatkan tim Dinas Peternakan yang melakukan peninjauan terhadap sejumlah sapi dari berbagai wilayah seperti Balikpapan, Samboja, hingga Tenggarong.

“Awalnya saya ditelepon dari dinas, ditanya ada sapi di atas satu ton atau tidak, lalu masuk proses seleksi dan alhamdulillah si Bejo ini yang terpilih,” katanya.

Nama Bejo sendiri dipilih sebagai simbol harapan dan keberuntungan setelah sapi tersebut berhasil melewati masa sulit ketika pertama datang ke kandang hingga akhirnya menjadi salah satu ternak terbaik milik Mujianto.

BACA JUGA:Terminal Internasional Bandara APT Pranoto Samarinda Ditarget Beroperasi Agustus 2026

Meski bangga, Mujianto mengaku tetap menyimpan rasa haru karena harus melepas sapi yang telah dirawat selama setahun penuh dan telah menjadi bagian dari aktivitas hariannya di kandang.

“Sedihnya nanti di saat sapi ini dinaikkan ke mobil. Itu yang membuat sedih,” katanya.

Ia berharap keberhasilan Bejo dapat menjadi motivasi bagi peternak lain di Kalimantan Timur agar terus mengembangkan sapi berkualitas besar dan mampu bersaing menjadi hewan kurban bantuan presiden pada masa mendatang.

“Harapan saya teman-teman peternak juga bisa merasakan seperti ini. Memiliki sapi besar dan terpilih jadi sapi presiden,” tandasnya.

 

Kategori :