Samarinda Surplus Hingga 7 Ribuan Sapi Kurban Tahun Ini, Pasokan Melimpah, Serapan Hanya 9 Ribu
Salah satu peternakan sapi di Samarinda.-Ari Rachiem/Nomorsatukaltim-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Ketersediaan sapi kurban di Samarinda pada momen Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi disebut melimpah hingga melebihi kebutuhan masyarakat.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Samarinda memperkirakan jumlah sapi kurban yang terserap masyarakat hanya berada di kisaran 9 ribu ekor.
Sementara stok yang masuk ke wilayah Samarinda diprediksi mencapai lebih dari 15 ribu ekor, sehingga memunculkan potensi surplus ribuan hewan ternak menjelang momentum kurban.
“Sebenarnya sapi kurban ini surplus. Daya beli agak menurun, serapan kita taksiran sekitar 9 ribuan. Berarti sebenarnya kita surplus di 6 ribu sampai 7 ribu ekor karena perkiraan pasokan yang masuk ke Samarinda 15 ribu ekor,” ujar Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) DKPP Samarinda, Maskuri, Kamis, 28 Mei 2026.
BACA JUGA: 6.000 Sapi Kurban Beredar di Kukar, Mayoritas dari NTT
Maskuri menjelaskan, meskipun kondisi ekonomi masyarakat dinilai memengaruhi kemampuan membeli hewan kurban, minat terhadap kebutuhan kurban masih tergolong tinggi.
Hal itu dikarenakan aktivitas distribusi ternak terus berlangsung hingga pertengahan Mei dengan jumlah yang cukup besar.
Ia menyebutkan, bahwa sampai pertengahan Mei 2026, sedikitnya sekitar 15.400 ekor hewan kurban telah masuk ke Samarinda.
“Bayangkan di tanggal 19 lalu itu kapal terakhir yang kita hitung ada 15.400 ekor. Itu belum dari Sulawesi yang kita belum bisa pantau maksimal,” katanya.
BACA JUGA: Kisah Si Bejo, Sapi Jumbo Pilihan Kurban Presiden Prabowo di Samarinda
Menurut Maskuri, jumlah sapi lokal yang tersedia di tingkat peternak Samarinda saat ini diperkirakan mencapai sekitar 4.200 ekor.
Sisanya berasal dari jalur perdagangan antardaerah yang terus memasok kebutuhan hewan ternak ke Kalimantan Timur menjelang Hari Raya Iduladha.
Ia menjelaskan, pasokan sapi kurban terbesar masih berasal dari wilayah luar daerah, terutama dari Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur yang selama ini menjadi daerah pemasok utama bagi kebutuhan ternak di Samarinda.
“Kalau sapi Bali rata-rata dari Sulawesi dan Kupang. Kupang itu green zone atau zona hijau Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Dari sana juga sudah dilakukan pemeriksaan dan ada sertifikat kesehatan hewan sebelum dikirim ke Kaltim,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
