Padahal, standar satu sambungan rumah tangga hanya diperuntukkan bagi satu keluarga dengan maksimal empat jiwa.
Untuk mengatasi persoalan ini, Perumda mendorong warga—terutama pemilik rumah sewa—memasang meteran air terpisah di setiap unit.
Selain lebih adil, cara ini juga bisa menekan tagihan. Sebab, penggunaan air tidak menumpuk dalam satu sambungan yang berpotensi masuk ke tarif lebih tinggi.
“Kalau 60 kubik dibagi dua meteran, masing-masing jadi 30 kubik. Tarifnya lebih murah dibandingkan ditumpuk dalam satu sambungan,” terang Suramin.
BACA JUGA: Bupati Ardiansyah: Sinergi PLN dan PDAM Langkah Strategis Menuju Desa Mandiri Energi
Ia juga mengingatkan pentingnya penggunaan air secara bijak.
Suramin mengajak masyarakat mulai lebih hemat dan tidak membiarkan kebocoran atau pemborosan terjadi.
Jika menemukan masalah seperti kualitas air menurun atau dugaan kebocoran, pelanggan diminta segera melapor agar bisa ditangani cepat.
Bagi warga yang sudah terlanjur menghadapi tagihan tinggi, Perumda juga membuka opsi keringanan berupa pembayaran cicilan.
BACA JUGA: Cakupan SR di Bawah 50 Persen, Dirut PDAM Paser Sebut Perlu Investasi Besar
“Silahkan datang ke kantor, pasti kami carikan solusi. Yang penting, ke depan pemakaian air bisa lebih terkontrol,” pungkasnya. (Michael Fredy Yacob)