Penjelasan PDAM Bontang Soal Tagihan Pelanggan yang Membengkak

Sabtu 04-04-2026,13:03 WIB
Reporter : Michael Fredy Yacob
Editor : Yos Setiyono

Ia menyebut, dalam tiga hari sejak menempati rumah kontrakan, tagihan air sudah mencapai sekitar Rp 200 ribu.

Meski penggunaan air masih sangat terbatas.

“Baru pakai air sekitar tiga hari, hanya untuk mandi, tapi tagihannya sudah sekitar Rp 200 ribu,” ujarnya saat ditemui, Jumat, 3 April 2026.

Menurut Abdul, sebelum rumah tersebut dihuni, tagihan air hanya sekitar Rp 56 ribu saat kondisi masih kosong.

BACA JUGA: Direktur PDAM Tirta Sendawar Kubar Luruskan Isu Subsidi, Bantah Terima Uang Tunai Pemda

Kenaikan tersebut dinilai tidak wajar.

Tak hanya itu, ia juga mengeluhkan kualitas air yang dinilai keruh dan mengandung endapan kotoran.

Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Taman Suramin mengatakan, penyebab utama permasalahan itu, bukan semata kenaikan tarif saja.

Melainkan pola pemakaian air yang dinilai tidak wajar.

BACA JUGA: Tagihan Listrik Membengkak, PDAM Tirta Sendawar Terjepit Biaya Operasional

Dalam beberapa bulan terakhir, PDAM Tirta Taman menemukan banyak pelanggan rumah tangga menggunakan air jauh di atas batas normal.

Jika umumnya konsumsi rumah tangga maksimal berada di kisaran 40-47 meter kubik per bulan, ada pelanggan yang tercatat memakai hingga 140 meter kubik.

“Kalau pemakaian setinggi itu, otomatis tagihan ikut naik. Ini yang kemudian dirasakan masyarakat setelah ada penyesuaian tarif,” jelas Suramin, Sabtu, 4 April 2026, melalui sambungan telepon. 

Dari hasil penelusuran, tingginya pemakaian air ternyata dipicu berbagai faktor. Salah satunya penggunaan satu sambungan untuk beberapa rumah sekaligus.

BACA JUGA: Salah Kelola Limbah PDAM, Kutai Barat Bisa Gagal Total di Penilaian Adipura

Bahkan, ada kasus satu meteran dipakai hingga enam kepala keluarga.

Kategori :