Ia menjelaskan, kerusakan jalan sudah berlangsung cukup lama dan belum ada perbaikan menyeluruh yang dirasakan warga.
BACA JUGA: Dishub Kubar Tegaskan Truk CPO Melintasi Jalan Kelas 3, Maksimal 6.000 Liter
BACA JUGA: RDP DPRD Kutai Barat Tegaskan Larangan Truk ODOL dan Desak Jalan Khusus Perusahaan
Kondisi tersebut semakin memburuk saat curah hujan tinggi karena struktur tanah mudah menyerap air dan berubah menjadi lembek. Air yang menggenang tidak cepat surut, membuat permukaan tetap basah dan licin dalam waktu lama.
Di sisi kiri dan kanan jalan, rumput serta semak tumbuh cukup lebat sehingga mempersempit ruang kendaraan untuk bermanuver.
Tidak terlihat adanya pengerasan permanen seperti lapisan aspal atau hamparan batu yang dapat memperkuat badan jalan. Akibatnya, setiap musim hujan tiba, kerusakan kembali terjadi di titik yang sama.
Menurut Sisca, jalan tersebut sangat penting bagi aktivitas pendidikan dan pelayanan publik. Anak-anak sekolah setiap pagi melintas di jalur itu.
BACA JUGA: Proyek Jalan Nasional Tidak Jelas, Camat Muara Lawa Kutai Barat Angkat Bicara
BACA JUGA: Aktivitas Kayu Ilegal Lintasi Perkampungan, DPRD Kutai Barat Angkat Suara
Guru, tenaga kesehatan, serta pekerja yang beraktivitas di Tanjung Isuy juga mengandalkan akses tersebut untuk bepergian.
“Kalau kondisi seperti ini, kami khawatir terjadi kecelakaan, terutama untuk anak-anak yang berangkat sekolah,” tuturnya.
Selain itu, distribusi hasil kebun dan tangkapan ikan warga juga melewati jalur yang sama. Ketika jalan dalam kondisi rusak, proses pengangkutan menjadi terhambat dan berdampak pada pendapatan masyarakat.
Warga sempat melakukan perbaikan sederhana secara swadaya dengan menimbun bagian berlubang menggunakan tanah dan material seadanya. Namun upaya tersebut hanya bersifat sementara karena kembali rusak saat hujan deras mengguyur.
BACA JUGA: Grab Masuk Kubar, Sistem Operasional Sudah Aktif
BACA JUGA: Listrik Sering Turun Daya, Ini Penjelasan PLN ULP Melak
“Perlu penanganan yang lebih serius supaya tidak rusak lagi setiap musim hujan,” ujarnya.