Banyak Titik Marka Memudar, DPRD Dorong Jalur Sepeda Balikpapan Jadi Sistem yang Terhubung
Jalur sepeda dengan marka hijau terlihat membentang di Jalan Jenderal Sudirman, tepat di sisi kawasan Kantor Balai Kota Balikpapan.-Salsa/ Nomorsatukaltim-
BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Beberapa titik marka jalur sepeda di Kota Balikpapan mulai memudar. Sebagian jalur berbagi ruang dengan kendaraan bermotor, sebagian lain berdampingan dengan pedestrian.
Melihat kondisi itu, pengembangan jalur sepeda kembali menjadi perhatian Komisi III DPRD Balikpapan.
Anggota Komisi III, Wahyullah menilai jalur sepeda tak cukup dibangun sebagai ornamen kota. Ia mendorong agar jalur tersebut disusun sebagai satu sistem transportasi yang saling terhubung antarwilayah.
"Kalau jalur sepeda itu kewajibannya Dinas Perhubungan untuk memperpanjang dan memperbanyak jalur-jalur sepeda di Balikpapan," ujarnya, belum lama ini.
BACA JUGA: Resmi! Ini Jadwal Sekolah Ramadan 2026 di Balikpapan dan Libur Idulfitri
BACA JUGA: 4 Fraksi Tekan Pimpinan DPRD, Pansus RS Sayang Ibu Masih Tertahan di Meja Ketua
Menurutnya, jalur yang terputus-putus membuat sepeda sulit menjadi moda harian masyarakat.
Data realisasi jalur sepeda yang dibangun oleh Dinas Perhubungan Kota Balikpapan hingga 2023 menunjukkan panjang total mencapai 25.719 meter atau sekitar 25,7 kilometer.
Jalur tersebut tersebar di sejumlah ruas utama kota, di antaranya, Jalan Sudirman sepanjang 5.000 meter, Jalan Tjutjup Suparna Balikpapan Baru sepanjang 4.200 meter, Jalan Kapten Pierre Tendean 2.100 meter, Jalan Ruhui Rahayu 2.800 meter, dan Boulevard Grand City mencapai 5.900 meter.
Sementara beberapa ruas lain hanya ratusan meter, bahkan ada yang tercatat nol realisasi meski masuk perencanaan.
BACA JUGA: Politisi NasDem Minta Percepat Proyek Waduk Sungai Ampal dan Jalan Mukmin Faisal untuk Tekan Banjir
Sebaran ini menunjukkan jalur sepeda belum membentuk jaringan utuh. Ia hadir sebagai potongan-potongan ruas, bukan koridor mobilitas yang berkesinambungan.
Di lapangan, kondisi itu tampak jelas yakni marka berhenti mendadak, berganti jalur kendaraan, lalu muncul kembali di ruas berbeda.
Balikpapan dengan kontur berbukit dan badan jalan yang terbatas menghadapi tantangan besar dalam pengaturan ruang transportasi. Di banyak kawasan padat, badan jalan sudah penuh oleh kendaraan bermotor dan parkir.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

