Berdasarkan laporan rincian pendapatan, Bazar Ramadan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp48 juta dalam periode tersebut.
BACA JUGA: Pasar Ramadan 1447 H Dipusatkan di Tangga Arung Square Tenggarong
BACA JUGA: Resmi Dibuka, Pasar Tangga Arung Square Jadi Wajah Baru Pasar Rakyat Kukar
Penyewaan booth kuliner menempati posisi kedua, disusul showroom, permainan anak-anak, serta kontribusi rutin lainnya.
Pengamen tercatat sebagai penyumbang terkecil dengan nilai sekitar Rp150 ribu.
“Khusus pengamen, kami sediakan panggung tetap dan tidak diperbolehkan berkeliling, sehingga penggunaan ruang bisa terukur dan kontribusinya tetap tercatat,” jelas Sayid.
Disperindag Kukar menargetkan pendapatan rutin bulanan di kisaran Rp15 juta hingga Rp20 juta di luar retribusi kios.
BACA JUGA: Punya Utang Rp820 Miliar, Pemkab Kukar Siapkan Skema Pinjaman
BACA JUGA: Rencana Pembangunan Mall di Tenggarong, Calon Pengembang Lihat Ada Potensi Ekonomi
Meski capaian terakhir dipengaruhi momen Bazar Ramadan yang bersifat musiman, pengelolaan aset Tangga Arung Square akan terus dioptimalkan untuk mendukung pencapaian target PAD 2026.
“Kami terus berkoordinasi secara intensif. Manajemen pasar ke depan akan jauh lebih ketat, terukur, dan berbasis data agar target yang dibebankan kepada kami bisa tercapai seratus persen,” tegas Sayid Fathullah.