Selain kuliner, Varia Niaga juga tengah menyiapkan wahana hiburan baru berupa Sky Air yang diharapkan dapat menambah daya tarik kawasan tersebut.
BACA JUGA: Tertibkan Parkir Liar di Trotoar, Dishub Samarinda Kempesi Ban Mobil Pelanggar
BACA JUGA: Sepekan ETLE di Samarinda, Parkir Liar Mendominasi Pelanggaran
“Kami diminta Pak Wali Kota agar kawasan ini dijaga dan terus hidup. Karena kami mengelola ini tanpa APBD, semuanya mandiri, jadi unit bisnis memang harus berjalan,” ujarnya.
Terkait UMKM, Syamsuddin menegaskan bahwa seluruh pelaku usaha yang beroperasi di Teluk Lerong Space telah melalui proses kurasi. Kriteria utama meliputi kualitas produk, kebersihan, serta memiliki basis komunitas.
“Bukan menolak UMKM lain, tapi sesuai arahan Pak Wali Kota, UMKM harus naik kelas. Jadi kami pilih yang produknya higienis dan punya komunitas. Ketika mereka masuk, langsung ramai,” jelasnya.
Mengenai kontribusi terhadap pendapatan, Syamsuddin mengakui bahwa pada awal pengelolaan, Varia Niaga sempat mengalami kerugian karena keterbatasan kewenangan dan minimnya aktivitas bisnis.
BACA JUGA: Pedagang Pasar Pagi Samarinda Mengadu ke DPRD, Keluhkan Ketidakjelasan Penempatan Lapak
BACA JUGA: Tahap Awal Penerapan Parkir Berlangganan, Dishub Samarinda Sasar ASN Dulu
“Awal 2025 kami masih rugi, hanya mengandalkan parkir dan itu pun sepi. Tapi setelah Agustus 2025, baru bisnis bisa berjalan optimal,” katanya.
Memasuki 2026, ia optimistis kinerja keuangan Varia Niaga akan menunjukkan hasil yang signifikan.
“Sekarang insyaallah sudah signifikan. Teluk Lerong Space salah satu penggeraknya,” ujar Syamsuddin.