Dirut Varia Niaga: Teluk Lerong Space Tekan Parkir Liar, Gerakkan UMKM

Kamis 05-02-2026,09:00 WIB
Reporter : Rahmat Pratama
Editor : Hariadi

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM — Kehadiran Teluk Lerong Space (TLS) di kawasan Teras Samarinda dinilai tidak hanya menghadirkan ruang publik baru, tetapi juga menjadi solusi untuk mengurangi praktik parkir liar sekaligus menggerakkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Direktur Utama (Dirut) Perumda Varia Niaga Samarinda, Syamsuddin Hamade, mengatakan sebelum Teluk Lerong Space hadir, kawasan Teras Samarinda kerap dipenuhi kendaraan yang parkir di luar area resmi. 

Aktivitas tersebut berdampak pada menurunnya okupansi parkir resmi serta meningkatnya persoalan kebersihan.

“Sebelum ada Teluk Lerong Space, orang-orang parkir di luar, belanjanya di luar, lalu makanannya dibawa ke Teras Samarinda dan sampahnya dibuang di sana. Parkiran kami sepi, tapi yang kotor justru area Teras,” ujar Syamsuddin saat ditemui di Balaikota Samarinda, Rabu 4 Februari 2026.

BACA JUGA: Geliat Ekonomi Muncul di Lahan Eks SPBU Teluk Lerong, Varia Niaga Sebut Sudah Berizin

BACA JUGA: Kos Syariah Varia Niaga Pemkot Samarinda Mulai Berjalan, Tingkat Huniannya Tembus 60 Persen

Melihat kondisi tersebut, Varia Niaga kemudian melakukan penataan dengan menghadirkan konsep ruang publik berbasis kuliner melalui food truck. 

Langkah ini diharapkan dapat menarik pengunjung untuk memanfaatkan area parkir resmi sekaligus menikmati fasilitas yang tersedia.

“Kami lihat parkiran ini kurang menarik. Akhirnya kami mulai dari food truck. Ternyata respons masyarakat bagus dan ramai,” kata Syamsuddin.

Ia menjelaskan, jumlah food truck yang beroperasi saat ini dibatasi hanya 4 unit. Pembatasan tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara kapasitas tempat duduk dan okupansi parkir.

BACA JUGA: 8 Perda Disahkan DPRD Samarinda, Perda Perumda Varia Niaga Disetujui Lewat Voting 4 Fraksi

BACA JUGA: Food Truck Ramaikan Parkiran Teras Samarinda, Perumda Varia Niaga Uji Terobosan Baru untuk Gairahkan UMKM

“Kami hitung betul. Kalau tempat duduk sedikit, parkiran juga tidak penuh. Jadi kami sesuaikan agar nyaman dan terkendali,” ujarnya.

Syamsuddin menilai, Teluk Lerong Space kini menjadi destinasi favorit warga, terutama pada sore hari. Pengunjung tidak hanya berasal dari Samarinda, tetapi juga dari daerah sekitar seperti Kutai Kartanegara dan Balikpapan.

“Banyak yang datang hanya untuk healing, melihat sunset, lalu pulang menjelang magrib. Setelah itu ada gelombang kedua yang datang malam hari untuk menikmati pemandangan jembatan,” kata dia.

Kategori :