Festival Lomplai Wehea 2026 Dibuka, Pemkab Kutim Bidik 12 Ribu Pengunjung Tahun Ini
Bob Jenggea merupakan simbol penghormatan leluhur yang akan di tampilkan pada hari puncak Festival Lomplai Wehea. -Sakiya/Disway Kaltim-
KUTIM, NOMORSATUKALTIM – Pemkab Kutim menargetkan kunjungan wisatawan pada Festival Lomplai Wehea 2026 yang resmi dimulai sejak 23 Maret 2026. Targetnya mampu tembus 12 ribu pengunjung.
Festival Lomplai sendiri telah resmi dimulai sejak 23 Maret 2026 dan akan berlangsung hingga 29 April 2026. Puncak acara akan berlangsung pada 22 April 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Akhmad Rifanie, mengatakan bahwa optimisme tersebut didasarkan pada berbagai strategi promosi dan kesiapan daerah dalam menyambut wisatawan.
“Target kita tahun ini lebih dari tahun kemarin. Kalau tahun lalu sekitar 10 ribu, tahun ini kita naikkan menjadi 12 ribu pengunjung,” ujar Akhmad Rifanie saat diwawancarai melalui telepon WhatsApp, Selasa 24 Maret 2026.
Ia menjelaskan, perhitungan jumlah pengunjung memang tidak dilakukan secara rinci menggunakan sistem tiket, mengingat Festival Lomplai sendiri bersifat terbuka dan gratis bagi masyarakat.
BACA JUGA:Ratusan Perusahaan di Kutai Timur Belum Laporkan THR
“Karena kita tidak menggunakan ticketing, maka penghitungan dilakukan berdasarkan estimasi dari laporan panitia, informasi masyarakat, dan pemantauan di lapangan,” jelasnya.
Festival Lomplai sendiri telah mulai digelar dengan rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak awal ritual adat hingga puncak acara.
Selama periode tersebut, kunjungan wisatawan diperkirakan terus mengalir, tidak hanya terpusat pada hari puncak.
Menurut Rifanie, lonjakan pengunjung biasanya terjadi dalam rentang tiga hari sebelum hingga tiga hari setelah puncak acara yang dijadwalkan berlangsung pada 22 April 2026.
BACA JUGA:Belum Ada Lonjakan, Arus Balik di Kutim Terpantau Aman dan Lancar
“Kalau pengalaman sebelumnya, keramaian itu tidak hanya di hari H, tapi sudah terasa sejak beberapa hari sebelumnya dan masih berlanjut setelahnya,” ungkapnya.
Untuk mencapai target tersebut, Dinas Pariwisata Kutim telah menyiapkan berbagai strategi, mulai dari promosi hingga penguatan kesiapan sektor pendukung pariwisata.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menerbitkan surat edaran kepada pelaku usaha seperti hotel, penginapan, dan rumah makan agar mempersiapkan diri menghadapi lonjakan wisatawan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
