JAKARTA, NOMORSATUKALTIM — Kebiasaan membunyikan atau “kretek” leher kerap dianggap solusi cepat saat pegal, kaku, atau stres.
Namun di balik rasa lega sesaat, kebiasaan ini menyimpan risiko kesehatan serius yang jarang disadari, mulai dari cedera leher hingga potensi stroke.
Banyak orang melakukan kretek leher tanpa berpikir panjang. Padahal, jika dilakukan berulang dan dengan gerakan yang terlalu kuat, kebiasaan ini bisa berdampak jangka panjang pada struktur leher dan pembuluh darah penting yang mengalir ke otak.
Dokter spesialis Anestesiologi dan Pengobatan Nyeri Intervensional, Dr. Kunal Sood, MD, menjelaskan bahwa suara letupan yang muncul saat leher dibunyikan sebenarnya bukan sumber utama bahaya.
BACA JUGA: Hasil Penelitian Terbaru, Bermain Gim Lebih dari 10 Jam Per Pekan bisa Ganggu Pola Makan
BACA JUGA: Kebiasaan Penting Usia 50 Tahun ke Atas agar Tetap Kuat dan Mandiri
“Rasa lega sementara itu berasal dari peregangan sendi yang cepat dan pelepasan gelembung gas dalam cairan sinovial. Suara yang Anda dengar tidak berbahaya dengan sendirinya,” katanya, dikutip dari laman Hindustan Times, Rabu (15/1/2026).
Namun, risiko muncul ketika leher dipaksa bergerak melampaui batas alaminya secara berulang.
Menurut Sood, kebiasaan tersebut dapat melonggarkan ligamen dan menyebabkan ketidakstabilan tulang belakang leher. Kondisi ini membuat leher lebih rentan mengalami cedera saat terjadi gerakan mendadak.
Ketika stabilitas leher berkurang, struktur vital di dalamnya ikut terancam.
BACA JUGA: Pilihan Minuman Pagi untuk Penderita Diabetes, Bantu Jaga Gula Darah Tetap Stabil
BACA JUGA: Psikolog: 'Sudah Move On' Bukan Alasan Tepat Bersahabat dengan Mantan
“Gerakan leher yang tajam atau kuat dapat memberikan tekanan geser abnormal pada arteri vertebralis dan karotis yang melewati leher,” kata Dr. Sood.
Dalam kasus tertentu, tekanan tersebut dapat memicu diseksi arteri serviks, yakni robekan pada lapisan dalam pembuluh darah.
Kondisi ini memungkinkan darah membentuk gumpalan yang berpotensi mengalir ke otak dan menyumbat aliran darah, sehingga menyebabkan stroke.