Bankaltimtara

Tak Lagi Terkendala Status HPL, Pembangunan RSUD Tipe D Kutim Ditarget Mulai Berjalan Tahun 2027

Tak Lagi Terkendala Status HPL, Pembangunan RSUD Tipe D Kutim Ditarget Mulai Berjalan Tahun 2027

Ilustrasi pembangunan RSUD Tipe D Kecamatan Muara Wahau yang ditargetkan memulai tahap pengerjaan fisik pada 2027.-istimewa-AI Generate

KUTAI TIMUR, NOMORSATUKALTIM Rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe D di wilayah pedalaman Kutai Timur akhirnya memasuki babak baru.

Setelah sempat terkendala persoalan status lahan yang terindikasi masuk Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi, pemerintah memastikan lokasi yang akan digunakan kini telah dinyatakan aman dan bebas sengketa.

Kepastian tersebut membuka jalan bagi percepatan pembangunan fasilitas kesehatan yang akan berdiri di Desa Wanasari, Kecamatan Muara Wahau.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menargetkan proyek ini segera berlanjut ke tahap teknis setelah seluruh dokumen pertanahan dinyatakan lengkap.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menjelaskan bahwa lokasi awal pembangunan sebenarnya direncanakan di Kecamatan Kongbeng.

BACA JUGA:Tiga Kampus Swasta di Kutim Terima Kucuran Rp2,567 Miliar Program Gratispol untuk 254 Mahasiswa

Namun, keterbatasan luas lahan membuat rencana itu harus dipindahkan.

“Awalnya kita siapkan di Kongbeng, tetapi luas lahannya tidak mencukupi standar kebutuhan rumah sakit tipe D,” ujarnya.

Ia menegaskan, rumah sakit memerlukan area yang memadai untuk pengembangan jangka panjang, termasuk ruang rawat inap, instalasi penunjang, hingga akses parkir dan ruang terbuka.

“Kita butuh paling sedikit enam hektare. Di Wanasari tersedia sekitar enam sampai tujuh hektare, sehingga lebih representatif,” jelasnya.

Terkait isu tumpang tindih dengan HPL transmigrasi, Ardiansyah memastikan persoalan tersebut telah diselesaikan melalui koordinasi lintas instansi.

BACA JUGA:Terjadi Aksi Penolakan Sistem Parkir Elektronik di PSAD, Pedagang Khawatir Pengunjung Pasar Makin Sepi

“Statusnya sudah clear. Itu lahan desa dan tidak lagi bermasalah secara administratif,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Yuwana Sri Kurniawati mengatakan, pihaknya kini fokus pada persiapan tahapan lanjutan, mulai dari perencanaan teknis hingga penganggaran.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait