Markas UNIFIL di Lebanon Diserang, Iran Bersumpah Tak akan Menyerah
Tanpak asap mengepul setelah markas UNIFIL di Lebanon diserang.-IST/AP-
BERLIN, NOMORSATUKALTIM - Pemerintah Jerman mengutuk keras serangan terhadap pangkalan pasukan penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di wilayah selatan Lebanon yang melukai 3 personel penjaga perdamaian asal Ghana.
Dilansir Beritasatu yang mengutip laman Al Jazeera, Kementerian Luar Negeri Jerman menegaskan, bahwa penargetan terhadap pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak dapat diterima.
Pemerintah Jerman menegaskan pentingnya perlindungan terhadap personel penjaga perdamaian yang bertugas menjaga stabilitas kawasan.
Seluruh pihak yang terlibat konflik didesak untuk memastikan keselamatan dan keamanan pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa setiap saat.
BACA JUGA: Ketegangan Timur Tengah Tak Mereda, Pemerintah Mulai Evakuasi WNI dari Iran
Perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian, katanya, merupakan kewajiban bersama demi menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan yang tengah dilanda konflik.
Sementara itu, Presiden Rusia, Vladimir Putin menegaskan kembali sikap Rusia yang mendorong penghentian segera permusuhan dan menolak penggunaan kekerasan sebagai cara menyelesaikan persoalan di kawasan Timur Tengah.
Dia juga menyerukan agar semua pihak segera kembali menempuh jalur diplomasi untuk menyelesaikan konflik yang tengah berlangsung.
“Vladimir Putin kembali menegaskan posisi prinsip Rusia yang mendukung penghentian segera permusuhan serta penolakan terhadap penggunaan kekerasan sebagai metode penyelesaian masalah yang berkaitan dengan Iran maupun situasi di Timur Tengah,” demikian pernyataan Kremlin dikutip dari Times Live, Sabtu, 7 Maret 2026.
BACA JUGA: Kapal Perangnya Dihancurkan di Sri Lanka, Iran Peringatkan AS
Putin juga menyebut dirinya terus menjalin komunikasi dengan para pemimpin negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk guna memantau perkembangan situasi di kawasan tersebut.
Iran Bersumpah Tak akan Menyerah
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menegaskan, negaranya tidak akan menyerah meski mendapat tekanan militer dari Amerika Serikat (AS).
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuntut Iran melakukan penyerahan tanpa syarat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
