“Sekarang kontraktor masih membangun Asphalt Mixing Plant (AMP) dan Batching Plant. Sambil menunggu itu, dilakukan penambalan lubang-lubang di badan jalan agar tidak membahayakan pengguna jalan,” jelasnya.
BACA JUGA:15 Kampung di Berau Terima DIKA, Kampung Sumber Agung Penerima Terbesar
Selain perbaikan permukaan jalan, BBPJN Kaltim juga memberikan perhatian khusus pada sistem drainase.
Ruli menilai, kerusakan jalan selama ini tidak hanya disebabkan oleh beban kendaraan, tetapi juga buruknya aliran air di sepanjang ruas jalan nasional tersebut.
“Pembangunan dan perbaikan saluran drainase menjadi salah satu pekerjaan utama. Panjangnya cukup signifikan dan ini penting supaya ke depan jalan tidak cepat rusak akibat genangan air,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penanganan drainase tersebut sekaligus menjadi jawaban atas keluhan masyarakat yang selama ini menilai kerusakan jalan selalu berulang, terutama saat musim hujan.
Dengan dimulainya proyek ini, Ruli berharap masyarakat dapat bersabar selama proses pekerjaan berlangsung.
BACA JUGA:PJU Tumpang Tindih di Jalan Diponegoro 'Disemprit' Bupati Sri, Begini Penjelasan Dishub Berau
Ia memastikan, seluruh tahapan perbaikan dirancang agar pada awal Desember 2027, jalan nasional di Kutai Barat sudah dalam kondisi mantap dan layak digunakan.
“Target kami, jalan nasional ini sudah mulus dan nyaman dilalui pada awal Desember 2027,” pungkasnya.