Perbaikan Jalan Simpang Blusuh–Batas Kalteng Jadi Proyek Terbesar BBPJN di Kutai Barat
Proyek perbaikan ruas jalan nasional Simpang Tiga Blusuh – Bentian Besar hingga perbatasan Kalteng.-istimewa-
KUBAR, NOMORSATUKALTIM– Proyek perbaikan ruas jalan nasional Simpang Tiga Blusuh – Bentian Besar hingga perbatasan Kalimantan Tengah menjadi salah satu proyek infrastruktur terbesar yang saat ini dikerjakan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur di wilayah Kutai Barat.
Proyek tersebut memiliki nilai anggaran sekira Rp183 miliar dan dilaksanakan melalui skema multiyears contract periode 2025 hingga 2027.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.9 BBPJN Kaltim, Joko Sidik Purnomo mengatakan, ruas jalan tersebut memiliki panjang sekitar 89,5 kilometer dengan kondisi kemantapan jalan yang masih rendah.
“Ruas ini memiliki tingkat kemantapan jalan hanya sekitar 42,96 persen, sehingga menjadi salah satu ruas dengan kondisi terendah di jaringan jalan nasional Kalimantan Timur,” kata Joko, Kamis, 12 Maret 2026.
BACA JUGA: Jamin Kelancaran Mudik 2026, BBPJN Kaltim Kebut Perbaikan Jalur Kuaro–Penajam
Menurutnya, pekerjaan pada proyek ini meliputi berbagai jenis penanganan konstruksi jalan dan infrastruktur penunjang.
“Pekerjaan pada paket ini meliputi rekonstruksi rigid pavement sepanjang 5,5 kilometer, pengaspalan 4,6 kilometer, penanganan titik longsor, serta penguatan 17 jembatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa penanganan dilakukan secara bertahap berdasarkan titik kerusakan yang paling parah.
“Penanganan kami lakukan secara bertahap dan berbasis titik kerusakan, mulai dari Kampung Dingin di Siluq Ngurai sampai Bentian,” katanya.
BACA JUGA: Kerusakan Jalan Nasional Makin Parah, Warga Bentian Kesal, Akses ke Kaltim-Kalteng Akan Diblokir
BACA JUGA: Blokade Jalan Nasional, Warga Bentian Besar Kubar Pulangkan Truk CPO
Selain perbaikan jalan utama, BBPJN Kaltim juga memprioritaskan penanganan pada sejumlah titik ekstrem yang selama ini dikenal rawan kecelakaan.
“Beberapa titik yang menjadi prioritas penanganan antara lain Gunung Odang, Gunung Pancuran, dan Gunung Lantuk,” ujar Joko.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
