Bankaltimtara

Usia 24 Tahun, Kemiskinan di PPU Turun di Tengah Transisi IKN

Usia 24 Tahun, Kemiskinan di PPU Turun di Tengah Transisi IKN

Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin. -(Disway Kaltim/ Awal)-

PENAJAM PASER UTARA, NOMORSATUKALTIM – Angka kemiskinan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menunjukkan penurunan di tengah transisi menuju pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, tingkat kemiskinan di PPU turun dari 6,69 persen pada 2024 menjadi 5,58 persen pada 2025.

Penurunan itu setara dengan 1.440 jiwa yang keluar dari kategori miskin dalam satu tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin juga turun dari 10.780 jiwa menjadi 9.340 jiwa.

Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD PPU, pada Rabu, 11 Maret 2026, saat pemerintah daerah memaparkan kondisi pembangunan daerah di usia ke-24 tahun Kabupaten PPU.

BACA JUGA: Peringatan HUT ke- 24 PPU yang Mengusung Tema 'Harmoni dalam Kolaborasi' Digelar Sederhana

BACA JUGA: Ini Filosofi Logo HUT Kabupaten PPU ke-24

Di tengah posisi strategis sebagai gerbang utama pembangunan IKN, pemerintah daerah juga menghadapi tantangan berupa penurunan kapasitas fiskal.

Meski demikian, Pemkab PPU menegaskan keterbatasan anggaran tidak boleh menghambat upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin mengatakan, strategi penghematan di level birokrasi tetap diiringi dengan penguatan program yang menyentuh masyarakat secara langsung.

"Ini adalah tanggung jawab besar. Kita harus memastikan warga PPU tidak hanya jadi penonton, tapi mampu berdaya saing secara berkelanjutan," ujar Abdul Waris Muin.

BACA JUGA: Setahun Kepemimpinan Mudyat-Waris, Keterbatasan Fiskal jadi Tantangan Utama

BACA JUGA: Ribuan ASN PPU Wajib Update KTP, Ganti Kategori Pekerjaan

Selain menekan angka kemiskinan, pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai bekal menghadapi persaingan kerja di era pembangunan IKN.

Salah satunya melalui program Kartu Penajam Cerdas (KPC) yang saat ini menjangkau 5.404 siswa. Program ini direncanakan akan diperluas hingga jenjang MI dan MTs pada 2026.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: