Catatan Perjalanan: Sisa Sedikit Lagi, Jalur Kubar-Mahulu Mulus Total

Rabu 14-01-2026,08:00 WIB
Reporter : Teodorus Usman Wanto
Editor : Hariadi

Meskipun kepala terasa pusing akibat perjalanan jauh, saya memaksakan diri untuk menikmati perjalanan itu sambil melirik kanan-kiri jalan yang sebelum-sebelumnya dikabarkan rusak parah. 

Setelah kurang lebih 5 kilometer (KM) dari arah Kutai Barat. Saya melihat beberapa titik yang masih rusak, bahkan lumpur parah. Tak jarang juga mobil terlihat amblas, terutama ketika kondisi hujan. 

“Di beberapa titik ini memang sering amblas, apalagi saat licin setelah hujan,” kisah sang sopir. 


Kondisi jalan Poros Kubar-Mahulu yang masih rusak parah.-(Disway Kaltim/ Iswanto)-

BACA JUGA: Warga Keluhkan Genangan di Jalan Soekarno Hatta Sangatta, Terjadi Setiap Hujan Turun

BACA JUGA: Jalan Poros di KM 28 Batuah Kembali Ambles, Komisi III DPRD Kaltim Dorong Perbaikan Permanen

Namun dari jalur tersebut, terpantau sebagian besar sudah mulus. Perkiraan sisa 10 kilometer (KM) lebih yang perlu dikerjakan segera, namun masih bisa dilewati mobil, asalkan kondisi tidak hujan. 

Setelah melewati beberapa titik yang masih rusak karena kondisi jalan masih berupa tanah. Mobil yang saya tumpangi akhirnya tancap gas saat roda bagian depan menginjak aspal di wilayah Kecamatan Laham, tepatnya di kawasan Sungai Rata. 

Di kawasan tersebut juga terdapat jembatan panjang yang baru saja diresmikan tahun 2025 lalu, setelah sebelumnya setiap pengendara menyeberangi sungai. 

“Sebenarnya tinggal sedikit saja yang jelek jalur Kubar-Mahulu ini. Mudahan tahun ini semuanya bagus,” harap penumpang lainnya dalam mobil tersebut. 

BACA JUGA: Cuaca Ekstrem Picu Pergeseran Tanah, Ruas Jalan Tol Balikpapan-IKN di Karang Joang Patah

BACA JUGA: Longsor Susulan di Km 28 Balikpapan–Loa Janan, BBPJN Janjikan Penanganan Jalan Permanen

Sekitar pukul 16.00 Wita, mobil yang saya tumpangi tiba di Ujoh Bilang, Ibu Kota Mahakam Ulu. 

Dengan kondisi jalan Poros Kubar-Mahulu yang terus membaik ini, tentu saja membawa angin segar bagi masyarakat setempat yang selama ini hanya mengandalkan kawasan Sungai Mahakam sebagai jalur transportasi utama, termasuk distribusi barang dan jasa.

Kategori :