Ia menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis untuk mencegah masuk dan beredarnya narkoba di dalam Lapas.
BACA JUGA: Kriminalitas di Kutim Turun Sedikit Sepanjang 2025, Judol, Narkoba dan Kekerasan Masih jadi Atensi
BACA JUGA: Kejari Balikpapan Tuntut Mati 5 Terdakwa Narkoba Sepanjang Tahun 2025
Tes urine secara menyeluruh tidak hanya berfungsi sebagai pengawasan, tetapi juga menjadi bentuk edukasi dan peringatan.
Yakni bahwa lingkungan pemasyarakatan harus benar-benar bersih dari narkoba.
“Ini menunjukkan komitmen kuat Kementerian Hukum dan HAM dalam menjaga integritas personel serta menciptakan Lapas yang aman dan bebas narkoba,” jelasnya.
Menurutnya, langkah tegas dan transparan seperti ini patut dicontoh oleh instansi lain.
BACA JUGA: Kasus Narkoba di Kaltim Turun, Tapi Jumlah Barang Bukti Sabu dan Ekstasi Naik
BACA JUGA: Bontang Selatan Zona Merah Narkoba, Polres Ajak Warga Aktif Lindungi Remaja
Pengawasan internal yang rutin dan melibatkan lembaga berwenang dinilai efektif untuk mencegah penyalahgunaan narkoba sejak dini.
“Pencegahan adalah kunci. Dengan pengawasan yang konsisten, potensi pelanggaran bisa ditekan dan kepercayaan publik terhadap institusi negara dapat terus terjaga,” pungkasnya.