Kasus Narkoba di Kaltim Turun, Tapi Jumlah Barang Bukti Sabu dan Ekstasi Naik
Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro saat menyampaikan pemaparan data dalam konferensi pers akhir tahun di Mapolda Kaltim. -Chandra/Disway Kaltim-
BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM — Kepolisian Daerah Kalimantan Timur mencatat penurunan jumlah kasus narkoba sepanjang tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, di tengah penurunan perkara tersebut, jumlah barang bukti narkotika yang diamankan justru mengalami peningkatan.
Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol Endar Priantoro menyampaikan bahwa selama 2025 Polda Kaltim mengungkap 1.611 kasus narkoba.
Jumlah ini menurun 277 kasus atau sekitar 15 persen dibandingkan 2024 yang tercatat sebanyak 1.771 kasus.
Penurunan juga terjadi pada jumlah tersangka. Jika pada 2024 terdapat 2.218 orang tersangka, maka pada 2025 jumlahnya berkurang menjadi 1.849 orang.
BACA JUGA:Antisipasi Kemacetan Jelang Tahun Baru 2026, Polda Kaltim Tempatkan Satgas di Sejumlah Titik
Meski demikian, Irjen Pol Endar menyebut tren berbeda terlihat pada jumlah barang bukti.
“Dari sisi kualitas atau jumlah barang bukti, justru terjadi kenaikan yang cukup signifikan,” ujarnya pada saat konferensi pers akhir tahun di Mapolda Kaltim, Selasa 30 Desember 2025.
Data Polda Kaltim menunjukkan, barang bukti ganja meningkat dari 4,82 kilogram menjadi 5,1 kilogram.
BACA JUGA:83 Pos Pengamanan dan 1.039 Titik Vital Jadi Fokus Polda Kaltim Jelang Nataru 2025/2026
Sitaan sabu naik dari 99 kilogram menjadi 136 kilogram, sedangkan ekstasi melonjak dari 2.819 butir menjadi 6.764 butir.
BACA JUGA:Kriminalitas di Bontang Turun, Tapi Kasus Curat Masih Menghantui
Sementara itu, jumlah obat daftar G yang diamankan mengalami penurunan, dari 154.359 butir pada 2024 menjadi 85.949 butir sepanjang 2025.
Irjen Pol Endar juga menyampaikan bahwa persoalan narkoba menjadi perhatian Forkopimda Kalimantan Timur.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

