Truk Kernel Sawit Terperosok di Jalan Nasional Simpang Raya Kutai Barat, Warga Blokade Angkutan CPO
Truk kernel sawit terperosok di jalan simpang raya Barong Tongkok, Kutai Barat.-Eventius/Nomorsatukaltim-
KUBAR, NOMORSATUKALTIM– Sebuah truk fuso bermuatan kernel sawit terperosok ke dalam lubang besar di ruas jalan nasional Simpang Raya, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Minggu, 1 Maret 2026.
Insiden tersebut memicu aksi spontan warga yang memblokade angkutan crude palm oil (CPO) sebagai bentuk protes atas kerusakan jalan yang kian parah.
Pantauan di lokasi kejadian, truk bernomor polisi KT 8823 ZA itu terjebak di lubang dengan kedalaman diperkirakan mencapai 1 meter. Posisi roda bagian belakang ambles sehingga kendaraan tidak dapat bergerak.
Salah satu warga Simpang Raya, Ahmad mengatakan, kerusakan jalan di kawasan tersebut sudah lama dikeluhkan masyarakat.
BACA JUGA: Warga Bentian Besar Kutai Barat Kecewa, Izin Truk ODOL Melintas Dinilai Lukai Rasa Keadilan
BACA JUGA: Jalan Utama 3 Kampung di Jempang Kubar Rusak, Warga Desak Perbaikan Permanen
Namun, hingga kini belum ada perbaikan signifikan, sementara lalu lintas truk bermuatan sawit terus melintas setiap hari.
“Lubangnya sudah lama, makin hari makin dalam. Kami sudah sering sampaikan supaya segera diperbaiki. Tapi yang lewat tiap hari ini truk-truk besar bermuatan CPO dan karnel sawit,” ujar Ahmad.
Menurutnya, kejadian truk terperosok menjadi puncak kekesalan warga. Mereka menilai aktivitas angkutan sawit dengan muatan berlebih atau over dimension over loading (ODOL) menjadi salah satu penyebab utama rusaknya badan jalan.
“Kalau tidak ada kejadian seperti ini, mungkin tidak ada yang peduli. Jalan ini akses utama masyarakat. Anak sekolah, orang sakit, semua lewat sini. Kami minta perusahaan sawit ikut bertanggung jawab,” tegasnya.
BACA JUGA: Ketidakjelasan Proyek Jalan Nasional, Camat Muara Lawa Kutai Barat Angkat Bicara
BACA JUGA: Blokade Jalan Nasional, Warga Bentian Besar Kubar Pulangkan Truk CPO
Aksi pemblokadean dilakukan warga dengan menghentikan sementara seluruh truk pengangkut CPO yang hendak melintas.
Warga menuntut perusahaan sawit segera melakukan perbaikan terhadap lubang besar di badan jalan tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
