Aipda Yudi Tri Waluyo menyebutkan, perahu ketinting yang digunakan para korban merupakan perahu patungan yang dipakai bersama oleh sekitar 10 orang pekerja.
BACA JUGA: Kapal Nelayan Tabrak Karang di Perairan Maratua, 15 Penumpang Selamat
BACA JUGA: 7 Saksi Sudah Diperiksa, Polisi Belum Pastikan Penyebab Kapal Tongkang Tabrak Tiang Jembatan Mahulu
“Pada saat kejadian, perahu dikemudikan oleh Yanur, sedangkan Rizky Tri Handoko berada sebagai penumpang,” ucapnya.
Berdasarkan keterangan di lapangan, korban Rizky Tri Handoko diketahui tidak memiliki kemampuan berenang dan diduga terseret arus sungai setelah terjatuh.
“Dugaan sementara perahu mereka itu mengalami gas lengket hingga ngebut dan kondisinya arus deras yang membuat mereka menabrak buritan ponton. Ini murni kecelakaan tunggal,” ungkapnya.
Saat kejadian, korban terakhir terlihat mengenakan pakaian kerja berwarna hijau dan celana jeans biru tua.
BACA JUGA: Kapal Tabrak Jembatan Mahakam Hulu, KSOP dan Polairud Selidiki Penyebab Insiden
BACA JUGA: Empat Korban Kapal Tenggelam di Sungai Mahakam Berhasil Dievakuasi
Upaya pencarian sempat dihentikan sementara pada dini hari dan kembali dilanjutkan pada Selasa (6/1/2026) mulai pukul 08.00 Wita oleh tim SAR gabungan.
Sebanyak 47 personel dari berbagai unsur diterjunkan, terdiri dari Ditpolairud Polda Kaltim, Satpolairud Polres Kutai Kartanegara, Polsek Sangasanga, TNI AL, Damkarmatan Kukar, relawan Redkar, tim PT Astiku Sakti, keluarga korban, serta masyarakat setempat.
Derasnya arus Sungai Mahakam menjadi kendala utama dalam proses pencarian, sehingga penyisiran dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan personel.
Perwakilan Tim Rescue Markas Operasi Damkarmatan Kukar, Ahmad Sudirman, menegaskan pencarian akan terus dilanjutkan.
BACA JUGA: Dihantam Badai, Kapal Maritim 148 Karam di Laut Talisayan Berau: 6 ABK Belum Ditemukan
BACA JUGA: Terseret Arus Surut, Kapal Pengangkut Batu Bara di Berau Kandas dan Bocor di Buritan
“Kami bersama seluruh tim akan terus berupaya melakukan pencarian saudara Rizky Tri Handoko sampai ditemukan,” kata Ahmad Sudirman.