Selain Natal, toko tersebut juga menjual berbagai hiasan untuk perayaan lain, seperti Imlek, Hari Raya Idulfitri, hingga peringatan 17 Agustus. Namun, fokus utama toko tetap pada aksesori dan bahan dekorasi, bukan kebutuhan umum seperti alat tulis.
"Kami lebih ke hiasan, aksesori, dan bahan-bahan dekorasi. Itu yang jadi ciri toko kami,"kata Lili.
Terkait harga, Lili menyebut tidak ada kenaikan signifikan untuk pernak-pernik Natal tahun ini. Harga dinilai masih relatif stabil mengikuti harga kulakan.
"Saya rasa standar saja, enggak ada kenaikan yang berarti,"ujarnya.
BACA JUGA: Sambut Libur Natal dan Tahun Baru, Bandara Melalan Kutai Barat Layani Extra Flight 3 Kali Sepekan
Adapun pernak-pernik yang paling diminati masyarakat menjelang Natal antara lain slanger, bola Natal berbagai ukuran, gantungan pohon Natal, lampu hias, topi dan bando Natal, hingga pita-pita dekoratif.
"Trennya beda-beda tiap tahun, tapi nuansa gold dan merah itu selalu dicari,"ujar Lili.
Ia menyebut, tahun ini pita Natal berukuran besar menjadi salah satu produk yang paling banyak diminati. Konsumen juga cenderung memilih produk dengan kualitas yang lebih baik.
"Sekarang orang-orang sudah enggak cari yang murah. Rata-rata cari yang Rp20.000 sampai Rp25.000 ke atas. Lebih ke arah yang kelihatan mewah,"katanya.
Ragam dekorasi Natal yang dijual di Toko Simpang Damai Baru di Jalan Mulawarman, Samarinda.-(Disway Kaltim/ Mayang)-
BACA JUGA: Jelang Natal dan Tahun Baru, Aktivitas Penyeberangan Feri Long Iram Mengalami Peningkatan
Menurut Lili, tren pembelian pun mengalami pergeseran. Jika sebelumnya slanger murah untuk parcel dan hampers cukup laris, kini pembeli lebih fokus pada dekorasi pohon Natal dan hiasan ruangan.
Pembeli pernak-pernik Natal tidak hanya berasal dari Samarinda, tetapi juga dari daerah-daerah pelosok, termasuk kawasan hulu. Bahkan, ada pelanggan yang sengaja datang jauh-jauh ke Samarinda untuk berbelanja langsung.
"Ada yang beli untuk hias dermaga di kampungnya. Jadi mereka datang langsung ke Samarinda supaya bisa lihat barangnya,"ungkap Lili.
Menurutnya, masyarakat dari daerah memilih berbelanja langsung ke toko dibandingkan memesan secara daring karena keterbatasan pengiriman dan lamanya waktu pengantaran.
BACA JUGA: 7 Cake Khas Natal yang Lezat dan Populer, Cocok Disajikan untuk Keluarga di Rumah