Warung di Sekitar Pelabuhan Loktuan Bontang Dibongkar, Pedagang Pusing Pemasukan

Rabu 05-11-2025,21:03 WIB
Reporter : Michael Fredy Yacob
Editor : Didik Eri Sukianto

Tapi ia menyayangkan, pemerintah tidak memberikan tempat baru buat para pedagang. Karena kondisi itu, akhirnya mereka tidak punya penghasilan lagi.

Berdagang di sekitar pelabuhan menjadi satu-satunya penghasilan yang ia miliki.

BACA JUGA: Pencairan Bantuan UKT Mahasiswa GratisPol Rp156 Miliar, Dimulai Pekan Kedua November

BACA JUGA: Pemkab Kutai Timur Layangkan Surat Resmi ke Bontang Terkait Pelayanan Kependudukan di Sidrap

“Tidak masalah digusur. Tapi, harus dibantu berikan tempat baru dong. Kami mau makan apa kalau kayak gini. Saya harus biayai anak sekolah. Anak saya tiga. Satu SMA, satu SMP dan satu lagi masih kecil. Uang jajan mereka saja sudah lumayan. Sementara saya sudah tidak kerja lagi,” katanya.

Menurutnya, Desember adalah momen mereka panen karena banyak kapal yang datang. “Kalau hari biasa, paling 2 minggu sekali baru ada kapal. Tapi kalau gini, kami sudah kehilangan pemasukan,” ucapnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bontang, Sonny Suwito Adi Cahyono menjelaskan, ini bukan eksekusi.

“Hanya yang sudah diberikan ganti rugi yang kita bongkar. Masyarakat yang belum mendapatkan uang ganti rugi, belum kami bongkar. Tapi yang pasti, di sekitar pelabuhan ini nanti akan steril. Tidak ada bangunan warga. Ada 19 bangunan yang belum diberikan ganti rugi. Sedangkan yang kita bongkar ada 17 bangunan,” ungkapnya.

BACA JUGA: BNNK Bontang Sidak ke Kapal yang Sandar di Pelabuhan Bontang, Antisipasi Masuknya Narkoba

BACA JUGA: Langkah Pemprov Wujudkan Kemandirian Fiskal Daerah, Kenakan Pajak dan Retribusi kepada Swasta

Dia menjelaskan, semua bangunan itu sebenarnya berdiri di atas lahan milik Pemkot Bontang. Mereka juga tidak mengantongi izin resmi.

Saat pembongkaran semua bangunan itu, dilakukan bersama tim gabungan. Tak hanya membongkar, lanjut Sony, pemerintah juga membantu warga mengangkut barang mereka untuk dipindahkan. Sehingga barang tersebut bisa dimanfaatkan kembali.

“Sesuai arahan wali kota, penertiban mengedepankan tindakan humanis. Makanya semua petugas sudah kami berikan arahan,” kata Sony.

Kategori :