Dinkes Kaltim Siapkan Rp16,8 Miliar untuk Dokter Spesialis Siaga 24 Jam di RS Pemerintah

Kamis 30-10-2025,20:57 WIB
Reporter : Mayang Sari
Editor : Didik Eri Sukianto

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan anggaran sebesar Rp16,8 miliar untuk memperkuat layanan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit milik Pemprov.

Anggaran ini akan digunakan untuk menghadirkan dokter spesialis yang berjaga penuh selama 24 jam.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin mengatakan, kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi pelayanan di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS), Samarinda, yang sempat mengalami penumpukan pasien.

"Kami sudah siapkan Rp16,8 miliar untuk membiayai dokter spesialis yang berjaga di IGD. Tidak lagi sistem on call, tapi on site, sehingga penanganan pasien bisa langsung dilakukan," kata Jaya, Rabu 29 Oktober 2025 malam.

BACA JUGA: Berobat Jangan Hanya ke AWS, Dinkes Kaltim Sebar Pelayanan IGD ke Semua RS

BACA JUGA: RSUD AWS Samarinda Siap Menjadi Pusat Transplantasi Ginjal di Kaltim

Ia menjelaskan, di rumah sakit kelas A seperti RSUD AWS, idealnya terdapat 5 dokter spesialis yang siaga penuh, yakni dokter spesialis anak, penyakit dalam, bedah, kebidanan, dan anestesi.

Selama ini, hanya dokter anestesi yang standby 24 jam, sementara dokter lain masih bersifat panggilan.

"Kalau sistemnya on call, harus ditelepon dulu dan kadang datangnya lama. Akhirnya terlihat seperti pasien tidak ditangani. Padahal persoalannya karena dokter belum hadir. Dengan sistem on site, semua bisa langsung tertangani," ujarnya.

Menurut Jaya, kebijakan ini sudah mendapat persetujuan Gubernur Kaltim dan akan mulai diberlakukan pada akhir Oktober 2025.

BACA JUGA: RSUD HIS Kutai Barat Tambah Dokter Spesialis Bedah Saraf, Pasien Tak Perlu Dirujuk Keluar Daerah

BACA JUGA: Dokter Spesialis di Kukar Masih Kurang, Komisi IV Minta Perbaikan Manajemen Rekrutmen

Dinkes telah menyiapkan surat keputusan (SK) bagi para dokter spesialis yang akan bertugas di IGD. "Sudah ada yang mulai, seperti dokter bedah. Lainnya menyusul. SK-nya sudah ditandatangani gubernur," ungkapnya.

Ia menambahkan, anggaran yang disiapkan tersebut akan dibagi untuk 5 rumah sakit milik Pemprov mulai Rs Mata, RSJ Atmahusada, RSUD AW Sjahranie, RS Korpri sampai RS Kanujdoso di Balikpapan.

Tiap dokter spesialis mendapat insentif sekitar Rp25 juta per bulan, menyesuaikan jadwal dan beban tugas di IGD.

Kategori :