Bankaltimtara

29 Anak di Paser Jadi Korban Kekerasan Sepanjang 2025

29 Anak di Paser Jadi Korban Kekerasan Sepanjang 2025

Ilustrasi kekerasan terhadap anak.-istimewa-

PASER, NOMORSATUKALTIM - Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Paser menyebut sebanyak 29 anak menjadi korban kekerasan sepanjang 2025.

Dari 29 kasus kekerasan anak tersebut mayoritas dialami anak perempuan sepanyak 21 kasus, sementara 8 kasus sisanya dialami anak laki-laki.

Kasus kekerasan terhadap anak pada 2025 didominasi oleh kasus kekerasan seksual sebanyak 14 kasus, kemudian kekerasan fisik 5 kasus, perebutan hak anak 4 kasus, dan kekerasan psikis 2 kasus.

"Untuk kasus penelantaran anak nihil, kemudian kasus kekerasan lainnya yang sifatnya juga terkait dengan anak ada 4 kasus," kata Kepala DPPKBP3A Paser, Amir Faisol, Selasa 6 Januari 2026.

BACA JUGA:18 KDKMP di Paser Mulai Dibangun, 7 Desa Lainnya Dalam Proses Survei Lahan

Adanya puluhan anak yang dilaporkan mengalami kekerasan, DPPKBP3A Paser mengambil langkah untuk melakukan pendampingan guna mengurangi trauma terhadap anak.

BACA JUGA:Soal Anak Bunuh Diri di Kuaro, DPPKBP3A Paser Sebut Permasalahan Kompleks

Upaya pendampingan yang disebut trauma healing melingkupi 17 kasus kekerasan, mediasi 6 kasus, pendampingan korban dan pelaku sebanyak 6 kasus.

"Kalau dari sisi penyelesaian kasus yang ditangani, dalam proses ada 10 kasus, selesai 15 kasus, proses rujukan 4 kasus," sebutnya.

Kasus kekerasan yang dialami anak-anak ini menjadi keprihatinan pemerintah daerah, apalagi selalu terjadi setiap tahunnya.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, disebut mengalami penurunan jumlah kasus kekerasan anak, namun tidak begitu signifikan.

"Kalau perbandingan dengan tahun lalu mencapai 30 kasus lebih tidak terlalu berbanding jauh," ujarnya.

BACA JUGA:Meski Turun, BPBD Catat Banjir Dominasi Bencana di Paser Sepanjang 2025

Diungkapkannya, pelaku dari tindak kekerasan terhadap anak sebagian besar bahkan dilakukan oleh lingkungan terdekat korban.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: