Bankaltimtara

RSUD HIS Kutai Barat Tambah Dokter Spesialis Bedah Saraf, Pasien Tak Perlu Dirujuk Keluar Daerah

RSUD HIS Kutai Barat Tambah Dokter Spesialis Bedah Saraf, Pasien Tak Perlu Dirujuk Keluar Daerah

RSUD HIS Kutai Barat menambah dokter spesialis bedah saraf.-Eventius/Nomorsatukaltim-

KUTAI BARAT, NOMORSATUKALTIM - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Harapan Insan Sendawar (HIS) Kabupaten Kutai Barat menambah tenaga dokter spesialis, termasuk dokter spesialis bedah saraf (Sp.Bs) yang mulai bertugas di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

Direktur RSUD HIS, Nyoman Sumahardika mengatakan, bahwa kehadiran dokter spesialis bedah saraf menjadi tonggak penting dalam peningkatan pelayanan rumah sakit, khususnya untuk kasus gawat darurat akibat cedera kepala.

Dengan tambahan ini, pasien tidak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit lain di luar daerah.

“Kita sudah memiliki dokter spesialis bedah saraf. Jadi, untuk pasien yang mengalami cedera kepala akibat kecelakaan, tidak perlu dirujuk lagi ke rumah sakit lain,” ujar Nyoman kepada NOMORSATUKALTIM, Rabu 22 Oktober 2025.

BACA JUGA: Ratusan Warga Serbu Layanan Kesehatan Gratis RSA dr. Lie Dharmawan III di Kutai Barat

BACA JUGA: Layanan Rumah Sakit Apung dr Lie Jangkau Pedalaman Kubar melalui Sungai Mahakam

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat pelayanan kesehatan di Kutai Barat.

“RSUD HIS terus berbenah. Kami berupaya melengkapi fasilitas dan sumber daya manusia agar masyarakat Kutai Barat bisa mendapatkan pelayanan terbaik di daerah sendiri,” jelasnya.

Hingga saat ini, RSUD HIS telah memiliki 24 dokter spesialis dari berbagai bidang keahlian. Penambahan tenaga dokter spesialis bedah saraf dinilai strategis untuk mendukung program prioritas rumah sakit dalam penanganan penyakit berat dan darurat, seperti kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak (KJSU-KIA).

“Melalui program prioritas KJSU-KIA, RSUD HIS juga siap meningkatkan status layanan ke tingkat madya, terutama dalam penanganan stroke. Saat ini kami sudah memiliki 2 dokter spesialis saraf yang siap melayani masyarakat,” terang Nyoman.

BACA JUGA: Idealnya 7 Baru Ada 3, Dinkes Mahulu Ajukan Kebutuhan Dokter Spesialis ke Pemprov Kaltim

BACA JUGA: Kondisi Geografis dan Akses yang Sulit Jadi Penyebab Krisis Dokter Spesialis di Mahulu

Ia menjelaskan, penanganan cepat dan tepat terhadap pasien dengan cedera kepala maupun stroke menjadi prioritas rumah sakit.

Keberadaan dokter spesialis saraf dan bedah saraf memungkinkan tindakan medis dilakukan lebih cepat, sehingga dapat menekan angka kematian dan kecacatan akibat keterlambatan penanganan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: