Penerbangan Wings Air Berau–Maratua Segera Dibuka, Pesawat Perintis Tetap Aktif
Bandara Kalimarau di Berau.-Azwini/Disway Kaltim-
BERAU, NOMORSATUKALTIM - Bandara Kalimarau memastikan layanan penerbangan menuju Pulau Maratua tetap terjamin, seiring mulai beroperasinya rute komersial Wings Air pada 16 Januari 2026.
Masuknya maskapai komersial tersebut berdampak pada penghentian sementara penerbangan perintis bersubsidi ke Maratua.
Meski demikian, pihak bandara menegaskan pesawat perintis tetap disiapkan, sebagai cadangan apabila tingkat keterisian penumpang (load factor) Wings Air tidak memenuhi target.
Kepala BLU Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Kalimarau, Patah Atabri, mengatakan pencabutan penerbangan perintis merupakan mekanisme yang lazim dilakukan ketika suatu rute telah dilayani maskapai komersial.
BACA JUGA:Selama Nataru, Otban VII Catat Lonjakan Penumpang 6,27 Persen di 7 Bandara
“Kalau sudah ada pesawat komersial yang terbang, otomatis penerbangan subsidi perintis dicabut karena dianggap masyarakat sudah mampu menggunakan pesawat komersial,” ujar Patah belum lama ini.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari evaluasi berkelanjutan pemerintah, dalam mengoptimalkan penggunaan anggaran subsidi transportasi udara, khususnya di wilayah kepulauan dan daerah terpencil.
“Skemanya, sebelum Wings Air terbang, pesawat perintis masih beroperasi. Jika Wings sudah berjalan baik dan settle, pesawat perintis akan dialihkan atau re-route ke bandara lain,” jelasnya.
BACA JUGA:Cepat Daftar! BPJPH Sediakan 1,35 Juta Sertifikat Halal Gratis bagi UMK
Sebagaimana diketahui, tarif penerbangan komersial Wings Air berada di kisaran Rp 900.000 per penumpang.
Lebih tinggi dibandingkan penerbangan perintis yang disubsidi pemerintah dengan tarif sekitar Rp 300.000 hingga Rp 400.000.
Perbedaan tarif tersebut dikhawatirkan mempengaruhi minat masyarakat dalam menggunakan layanan penerbangan komersial.
Namun Patah memastikan pihak bandara telah menyiapkan langkah antisipasi apabila perbedaan harga berdampak pada tingkat keterisian penumpang.
“Kalau tiba-tiba Wings tidak beroperasi atau load factor-nya sepi, pesawat perintis bisa dikembalikan lagi. Itu namanya re-route,” kata Patah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

