Dalami Isu Pungutan Liar, Disdikbud Bontang Bakal Panggil Seluruh Kepala Sekolah

Senin 29-09-2025,19:29 WIB
Reporter : Michael Fredy Yacob
Editor : Didik Eri Sukianto

BONTANG, NOMORSATUKALTIM – Isu penarikan iuran di sekolah negeri terus menjadi pembahasan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang kini sedang mengurai permasalahan dugaan pungutan liar tersebut.

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha mengatakan, pendidikan sebenarnya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, namun masyarakat melalui komite sekolah, juga memiliki peran dalam mendukung proses belajar.

Dia menegaskan kontribusi itu harus berdasarkan kesepakatan, bukan paksaan. “Selama itu dibicarakan baik-baik, tentu tidak masalah. Sifatnya bukan pemaksaan. Tapi kami tetap akan melihat regulasinya. Kalau memang aturan melarang, pasti saya keluarkan surat larangan,” kata Abdu kepada awak media, Senin 29 September 2025.

Saat ini Disdikbud Bontang lebih mengedepankan langkah edukasi. Tujuannya agar masyarakat memahami perbedaan antara sumbangan sukarela dengan pungutan yang dilarang.

BACA JUGA: Orangtua Murid Diintimidasi karena Pertanyakan Penjualan LKS

BACA JUGA: Kepsek SDN 017 Sungai Pinang Jawab Dugaan Intimidasi Wali Murid

Sebagai tindak lanjut, Disdikbud berencana memanggil seluruh kepala sekolah untuk dimintai klarifikasi.

Langkah ini sekaligus memberi ruang bagi pemerintah meminta penjelasan mengenai alasan pungutan yang masih ditemukan di lapangan.

“Sesuai arahan, kami akan buatkan edarannya, sekaligus meminta penjelasan dari pihak sekolah,” kata Abdu.

Jika dalam pertemuan itu terbukti ada praktik pemaksaan, kata Abdu, pihaknya tidak akan ragu mengambil langkah tegas.

BACA JUGA: Keluhan MBG Banyak Basi Terus Bermunculan, BGN: Selama Ini Masaknya Hanya Satu Kali

BACA JUGA: Neni Moerniaeni Siapkan Lelang, Bontang Masih Kekurangan 5 Kepala OPD

Sebab sudah jelas, setiap pungutan yang diwajibkan dapat membebani orang tua siswa. "Intinya bukan iuran wajib. Kalau sumbangan silakan saja, kami tidak melarang," tegas Kadisdikbud Abdu Safa Muha.

Dengan demikian, diharapkan dunia pendidikan di Bontang dapat berjalan lebih transparan, sehat, dan selaras dengan semangat gotong royong yang sebenarnya.

Kategori :