Keluhan MBG Banyak Basi Terus Bermunculan, BGN: Selama Ini Masaknya Hanya Satu Kali

Jumat 26-09-2025,22:01 WIB
Reporter : Michael Fredy Yacob
Editor : Tri Romadhani

Sementara untuk diberikan kepada murid-murid yang masuk siang akan dimasak di pagi hari. Sehingga, makanan yang datang bisa segar. Jadinya memang akan dibagi dua masaknya nanti.

Untuk pengantaran MBG itu sendiri, ia mengungkapkan, dibagi menjadi dua. Pengantaran pagi untuk murid-murid yang masuk pagi. Diantar pukul 09.00 Wita. Sementara untuk pelajar yang masuk siang diantar sekira pukul 12.00 WITA.

“Memang saat ini masak itu hanya satu kali. Karena, kami mengejar kuota dua ribu itu cukup berat. Kalau dimasak semua di pagi hari, pasti tidak terkejar. Karena mepet sekali. Jadi dikerjakan mulai dari malam. Khusus untuk pengantaran siang ini, nanti kita evaluasi lagi. Mungkin akan dibagi dua shift masaknya,” terangnya.

BACA JUGA:Kental Aroma Jepang di Persiba, Sabda sebut Tak ada Kendala Bangun Chemistry

Namun, nantinya ia akan mengumpulkan ahli gizi dan dapur mitra MBG ini. Tujuannya untuk menyamakan persepsi dulu. Agar makanan yang diberikan ke sekolah tetap segar.

“Mulai bahan baku dan distribusi akan kita evaluasi lagi. Memang yang kita hindari adalah kondisi keracunan terhadap anak,” ungkapnya.

Di sisi lain, supplier bahan baku juga harus diperiksa dengan baik. Misalnya saja bahan baku yang datang harus dipastikan dalam kondisi segar dan baik. Tidak ada yang busuk.

Misalnya saja ayam, datang harus dalam kondisi fresh dan bukan ayam yang sudah lama.

“Itu harus diperhatikan dengan baik. Jangan sampai misalnya ayam datang ternyata ada yang busuk. Terus dipaksakan untuk masak. Itukan akan menjalar. Kemudian segi produksi dan pemorsian. Rentan waktu dari pemorsian dan pengantaran itu harus diperhatikan dengan baik,” ungkapnya. 

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris menegaskan, tujuan MBG ini sudah jelas.

BACA JUGA: Wali Kota Samarinda: Penanganan Banjir Tetap Prioritas Utama

Yakni untuk menyiapkan generasi emas 2045. Sehingga, makanan yang diberikan harus dalam kondisi baik.

Oleh karena itu, ia akan melakukan evaluasi rutin setiap tiga bulan terkait pelaksanaan MBG di Kota Taman.

"MBG di Bontang ini baru berjalan dari Juli. Kemarin evaluasi pertama yang kita lakukan. Di situ baru terungkap bahwa ternyata ada banyak masalah teknis yang terjadi. Itu akan kita perbaiki. Alhamdulillah, di Bontang tidak ada sekolah yang keracunan muridnya karena MBG. Kami juga tidak mau itu terjadi," terangnya.

Kategori :